Breaking News:

Sugiarti Ditemukan Dalam Mulut Buaya

Kades Sebut Sudah 5 Kali Kasus Serangan Buaya di Catur Rahayu, Tiga Selamat Dua Meninggal

Sejak pukul 07.15 warga sekitar bersama pihak terkait, TNI, POLRI dan BPBD terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban Sugiarti (41) warga dusu

TRIBUNJAMBI/ABDULLAH USMAN
Sugiarti, wanita paruh baya di Tanjabtim ditemukan. Kondisinya masih di dalam mulut buaya. 

TRIBUNJAMBI.COM, TANJABTIMUR - Pasca dikabarkan hilang tercebur di aliran primer Dusun Keman, menurut warga sepanjang aliran sungai kerap melintas buaya saat sore hingga malam hari.

Sejak pukul 07.15 warga sekitar bersama pihak terkait, TNI, POLRI dan BPBD terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban Sugiarti (41) warga dusun Keman Desa Catur Rahayu Tanjabtim.

Dengan menggunakan perahu, peralatan seadanya warga dan tim pencarian melakukan penyisiran secara manual. Dengan radius mencapai 4 km lebih.

Baca juga: Sudah Sematkan Smart City, Pelayanan di Kota Jambi Hingga Tingkat Kelurahan Diminta Daring

Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta 25 Januari 2021 Malam Ini, Papa Surya Murka, Al Diminta Cerikan Andin

Baca juga: BREAKING NEWS Sugiarti Ditemukan, Kondisinya Masih di Dalam Mulut Buaya Berukuran 4 Meter

Kepala Desa Catur Rahayu, Supriyanto mengatakan, dirinya menerima informasi pada pagi tadi bahwa ada korban tenggelam di aliran primer.

"Tidak ada yang mengetahui pasti peristiwanya, yang jelas suaminya kaget melihat masakan korban mutung dan langsung mencari korban. Ketika ke belakang terlihat ada sandal korban di dekat jamban," ujarnya, Senin (25/1/2021).

Dikatakannya pula, hampir setiap hari di waktu sore hingga malam hari warga melihat buaya melintas (berhanyut) di aliran sungai Keman. Bahkan sebagian warga sudah mengetahui hal tersebut dan menjauhi sungai.

Sebelum ditemukan meninggal, akibat serangan buaya warga sekitar sudah menduga jika korban diserang buaya. Pasalnya selain salah satu sandal yang ditemukan hanyut warga juga temukan senter kepala yang digunakan korban berjarak 500 Meter dari TKP.

Lanjut kades, kasus serangan buaya ini bukan kali pertama terjadi di Desa Catur Rahayu Kecamatan Dendang. Dalam kurun beberapa tahun terakhir sudah da Lima kasus serangan buaya terhadap manusia dan ini kasus terbaru.

"Dimana dari Lima kasus tersebut, Tiga diantaranya selamat dan Dua hilang atau meninggal dunia," ujarnya.

Terpisah Suami korban Hardi, saat di konfirmasi Tribunjambi.com menuturkan, sebelum menghilang korban sempat mengeluh sakit perut dan ingin buang hajat. Dan salah seorang tetangga juga melihat korban berjalan menuju sungai ketika tetangga tadi baru usai buang hajat.

"Rencananya pagi ini mau mengantar anak saya ke pondok di Jambi. Jadi istri saya buat jajanan untuk sangu anak saya, karena kebelet sakit perut dan kebelakang itulah terakhir saya lihat istri saya," ujarnya dengan mata berkaca kaca.

Namun saat kejadian, adik korban sempat mendengar seperti teriakan dan hempaskan air dari arah sungai. Namun si adik tadi tidak mengetahui jika kakaknya saat itu berada di belakang (Sungai) sedang buang hajat.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved