Berita Muarojambi

Kabupten Muarojambi Duduki Peringkat Ketiga se-Indonesia Jalankan Program Vaksinasi

Status vaksinasi dari 92 Kabupaten kota sasaran tahap pertama per 19 Januari se-Indonesia, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi menduduki peringkat ke

tribunjambi/hasbi sabirin
Kepala Dinas Kesehatan Muarojambi Yes Isman 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi menduduki peringkat ketiga dalam menjalankan program vaksinasi tahap pertama dari 92 kabupaten/kota sasaran se-Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Muarojambi Yes Isman.

Status vaksinasi dari 92 Kabupaten kota sasaran tahap pertama per 19 Januari se-Indonesia, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi menduduki peringkat ke tiga dengan jumlah 1.722 peserta.

Baca juga: Kisah Arumi, Gadis Cilik di Kota Jambi Menderita Kelainan Hati, Butuh Biaya Pengobatan

Baca juga: Kisah Fang Fang Agen Mata-mata Ditangkap FBI saat Bercinta dengan Walikota, Begini Penyamarannya

Baca juga: BREAKING NEWS Pasien Rumah Sakit Jiwa Jambi Membahayakan Kabur, Dinsos Bentuk Tim Tambahan Baru

"Pada tanggal 19 Januari Muarojambi menduduki peringkat ke tiga dengan jumlah persentase 22 persen, dan sekarang sudah tanggal 25 Januari tentu angkanya terus bertambah,"Kata Yes Isman Senin (25/1/21).

Ia juga mengatakan saat ini jumlah peserta yang divaksin sudah mencapai 866 peserta, jika dipersentasekan sebanyak 50,94 persen.

Proses vaksinasi harus melalui tahapan, meja pertama untuk melakukan pendaftaran dan verifikasi data, secara lebih rinci pelayanan di meja pertama yakni, petugas memanggil sasaran penerima vaksinasi, sesuai dengan nomor urutan kedatangan.

"Setelah itu petugas memastikan para penerima vaksin menunjukkan nomor tiket elektronik (e-ticket) dan/atau KTP untuk dilakukan verifikasi sesuai dengan tanggal pelayanan vaksinasi yang telah ditentukan,"jelasnya.

Setelah pemeriksaan, selanjutnya data skrining akan diinput petugas, jika input online tidak bisa maka hasil skrining dicatat untuk kemudian diinput setelah ada koneksi internet.

Nantinya berdasarkan data yang diinput akan keluar rekomendasi hasil apakah sasaran penerima bisa lanjut vaksinasi atau tidak atau harus ditunda.

"Jadi dari proses nya yang harus ditempuh, intinya petugas yang sudah kita daftar online, dibalas melalui undangan vaksin ke hp, setelah dapat tiket baru bisa divaksin oleh petugas,"tutupnya.

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved