Breaking News:

Berita Sarolangun

Ingin Atasi PETI di Sarolangun Dengan Cara Humanis dan Persuasif, Kapolres Ajak Diskusi Pihak Pemkab

Polres Sarolangun melakukan cara diskusi dengan Pemerintah Kabupaten Sarolangun tentang pembahasan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Tribun Jambi/Rifani Halim
Kapolres SarolangunAKBP Sugeng Wahyudiono. Ingin Atasi PETI di Sarolangun Dengan Cara Humanis dan Persuasif, Kapolres Ajak Diskusi Pihak Pemkab 

Ingin Atasi PETI di Sarolangun Dengan Cara Humanis dan Persuasif, Kapolres Ajak Diskusi Pihak Pemkab

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rifani Halim

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Polres Sarolangun melakukan cara diskusi dengan Pemerintah Kabupaten Sarolangun tentang pembahasan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Sebab, pihak Polres Sarolangun tak mau terjadi hal yang tidak diinginkan di tengah masyarakat.

Makanya, Kapolres Sarolangun AKBP Sugeng Wahyudiono bilang, untuk menyikapi hal tersebut lebih mengedepankan prinsip pendekatan humanis kemasyarakatan, melakukan komunikasi dan kolaborasi lintas sektoral.

Baca juga: Beragam Promo Giant Hari Ini 24 Januari 2021, Bawang Daging Buah Gula Susu Popok Detergen Pewangi

Baca juga: Kabar Gembira, 2021 Ini Pemkab Merangin Usulkan 400 Formasi CPNS dan PPPK

Baca juga: Rumah Pemrosesan Walet Hadir di Jambi, Bisa Tingkatkan Harga Sarang Burung Walet

“Soal PETI ini tidak bisa dilakukan penindakan langsung namun wajib mengedepankan tahapan humanis. Sebab, Undang-undang Kepolisian penegakan hukum itu pada titik terakhir yang paling utama adalah menjaga Kamtibmas,” kata AKBP Sugeng Wahyudiono, diwawancarai usai menghadiri acara mencari solusi terkait PETI di Kantor Kesbangpol Sarolangun, Jum'at (22/01/2021).

Lanjutnya, berkaca pada kejadian 2013 silam terjadinya bentrok antara masyarakat dengan pihak penegak hukum.

“Rasanya penegakan hukum itu percuma kalau Kamtibmasnya menjadi rusuh atau ricuh seperti pada kejadian pada 2013 lalu, ada terjadi korban dari masyarakat dan dari aparat kepolisian. Jadi, hal seperti ini jangan sampai terulang lagi,” katanya.

Aktifitas PETI. Foto diambil di salah satu desa di penghujung Kecamatan Limun, Minggu 15 November 2020.
Aktifitas PETI. Foto diambil di salah satu desa di penghujung Kecamatan Limun, Minggu 15 November 2020. (tribunjambi/rifani halim)

Ia mendukung sepenuhnya program dari Kapolda Jambi, agar dilakukan upaya mengatasi PETI ini dengan cara humanis dan persuasif.

“Kita sangat sepakat dengan langkah pak Kapolda terkait PETI ini, lebih ke cara Humanis kemasyarakatan dan Persuasif,” sambungnya.

Ia menghimbau agar setiap Polsek terus memberikan himbauan dan pendekatan persuasif, melalui sosialisasi ke tengah masyarakat seperti yang dirahkan Kapolda Jambi.

Baca juga: Download Lagu MP3 Nella Kharisma dan Via Vallen Spesial Dangdut Koplo Terbaru 2021, Ada Video Full

Baca juga: Berkas 3 Tersangka Kasus PETI di Merangin diteliti Jaksa, Kapolres: Ekskavator Jadi Rampasan Negara

Baca juga: Promo Indomaret Hari Ini 24 Januari 2021, Minyak Goreng Beras Susu Popok Detergen Shampo Snack Kopi

“Contohnya ada kemarin seperti di Kecamatan Air hitam kita melibatkan seluruh stakeholder. Jadi, semuanya merasa bahwa masalah PETI ini tidak menjadi tanggung jawab pihak kepolisian dalam mengatasi tapi tugas bersama dan peran semua pihak,” kata AKBP Sugeng Wahyudiono.

Selain itu, dengan tegas dia meminta agar ada solusi yang terbaik dari pemerintah, seperti segera membuat regulasi Izin Tambang Rakyat (ITR) serta mencari jalan ekonomi penghasilan masyarakat.

“Kita tidak hanya meminta masyarakat untuk menghentikan kegitan Peti, tapi kita juga wajib mencari solusi penghasilan lain, dan kita juga agar izin tambang rakyat ini dari sekarang diinisiasi oleh pemerintah, baik itu Kabupaten maupun Provinsi,” ungkapnya.

“Sehingga, jika ITR ini sudah ada pendapatan asli daerah juga bisa bertambah yang diuntungkan daerah juga, baik itu Pemprov maupun Kabupaten, toh pendapatan itu untuk masyarakat juga seperti pembangunan dan lainnya,” pungkasnya.

Penulis: Rifani Halim
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved