Breaking News:

Siapkan 100 Kotak Indukan Lebah, Dorong Percepatan Ekonomi Antisipasi Aktivitas PETI

Akhir-akhir ini, masyarakat Provinsi Jambi khususnya Kabupaten Merangin banyak mengonsumsi madu lebah. Madu dipercaya oleh masyarakat

Penulis: Muzakkir | Editor: Fifi Suryani
Tribunjambi/Muzakkir
Budidaya lebah madu di Merangin. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Akhir-akhir ini, masyarakat Provinsi Jambi khususnya Kabupaten Merangin banyak mengonsumsi madu lebah. Madu dipercaya oleh masyarakat untuk berbagai obat, apalagi di kala pandemi Covid-19 yang tengah melanda saat ini.

Madu yang dikonsumsi warga beragam, mulai dari madu lebah hutan, madu Sialang bahkan madu budidaya.

Banyaknya minat masyarakat untuk mengonsumsi madu membuat harganya melambung tinggi. Perkilogramnya mencapai ratusan ribu rupiah.

Melihat peluang bisnis yang begitu menjanjikan ini, Kapolres Merangin AKBP Irwan Andy Purnamawan mendorong masyarakat untuk membudidayakan lebah ini.

Saat ini Kapolres Merangin telah menyiapkan 100 kotak indukan lebah untuk diberikan kepada masyarakat Merangin.

"Rencana setiap kecamatan bahkan desa kita berikan bantuan indukan lebah ini," kata Andy, Sabtu (23/1).

Dari 100 kotak yang sudah disiapkan tersebut, saat ini baru satu desa yang baru diberikan bantuan, yaitu Desa Muaro Panco Barat Kecamatan Renah Pembarap Kabupaten Merangin.

Dijelaskan Kapolres, upaya yang dilakukan ini untuk mendorong percepatan ekonomi kreatif. Selain itu, juga bertujuan agar masyarakat tidak ketergantungan dengan kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

"Program ternak lebah ini merupakan upaya Polres Merangin dalam menciptakan ekonomi kreatif sebagai solusi dalam mengatasi PETI dan dampak dari Pandemi Covid 19," jelas Andi.

Program yang diberi nama Pokdar Kambinmas MADU (Mandiri, Antisipatif, Disiplin dan cinta Lingkungan) ini diharapkan didukung oleh Kapolsek, Babinsa, anggota Polri dan seluruh masyarakat.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved