Femallenials

Jatuh Cinta Setelah Dua Bulan, Kisah Miranti Bergabung di Brimob Polda Jambi

Menjadi anggota Brimob merupakan impian bagi sebagian orang, tidak sedikit yang sudah mencoba dan gagal akan mencoba kembali di kemudian hari.

Penulis: Ade Setyawati | Editor: Fifi Suryani
ISTIMEWA
Anggota Polda Jambi, Miranti Silaban 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Menjadi anggota Brimob merupakan impian bagi sebagian orang, tidak sedikit yang sudah mencoba dan gagal akan mencoba kembali di kemudian hari.

Meskipun begitu, untuk sebagiannya lagi ada juga yang berfikir bahwa menjadi anggota merupakan hal yang tidak mudah dan berat khususnya bagi perempuan, dengan semua latihan-latihan yang diberikan.

Menurut wanita cantik dan tangguh satu ini Miranti Silaban, yang kerap disapa Mira ini menjadi anggota Brimob dari tahun 2017, saat ini menjadi anggota Brimob Gegana dan sempat tidak menyukai menjadi anggota hingga sangat mencintai pekerjaannya.

Mira merupakan seorang yang suka tantangan dan tidak mudah menyerah, menjadi Polwan merupakan impian almarhum papanya, hingga ia mencoba tes dan lulus di tes pertamanya.

Setalah lulus, ia lagsung pendidikan selama 7 bulan di Jakarta, dari tahun 2016 hingga tahun 2017 dan pada bulan Maret saat selesai pendidikan, lagsung ditugaskan menjadi Brimob di Jambi.

Saat ia tahu penugasaannnya di Brimob Jambi, itu tidak membuatnya bahagia, penugasan itu membuatnya sedih dan bingung, ia menangis hingga 2 minggu.

"Ketika tau ditugaskan jadi Brimob, saya sempat tidak mau dan saya menangis selama 2 minggu, karena memang saya tidak ingin menjadi Brimob, terserah jadi apa saja yang penting jangan Brimob, tapi setelah pembinaan selama 2 bulan saya sangat mencintai pekerjaan ini," tambahnya.

Dalam waktu dua bulan selama pembinaan, itu merupakan waktu yang cukup untuk membuatnya sangat mencintai menjadi Brimob.

"Dalam waktu 2 bulan saya sudah sangat mencintai dunia pekerjaan saya, di sini kita dididik dengan kesusahan, bisa dibilang satu penderitaan satu rasa dengan teman yang lain, kita di sini benar-benar dididik, mulai dari kekompakannya dan kekeluargaannya sangat luar biasa," lanjutnya.

Selain itu juga ia sangat salut dengan pelatih di Brimob, mereka bisa membuat hal yang sebenarnya susah, menjadi menarik dan mengasyikkan, seperi latihan menggunakan ransel isinya penuh, merayap dan lain sebagainya, bisa disulap menjadi hal yang sangat menarik.

Setelah dididik selama dua bulan dan selama bergabung menjadi Anggota Brimob telah banyak hal yang ia lalui, hingga membuatnya tidak ingin pindah lagi, dalam waktu dua bulan sudah cukup membuatnya jatuh cinta di dunia yang ia geluti sekarang.

Selama hampir 4 tahun menjadi anggota, banyak hal yang telah dilalui dan banyak pula momen berkesan yang telah dilewati, diantaranya ketika Pilpres 2019.

"Momen berkesan banyak, diantaranya ketika BKO 2019, penugasan Pilpres, kita turun habis Magrib dan selesai pukul 4 Subuh, dan ya itu pengalaman yang luar biasa. Selain itu juga saat BKO 2019 itu juga kita sebelumnya sudah pelatihan anti anarkis, seperti kita membuat lingkaran dan dilempari gas air mata, jadi sebelum masyarakat kena gas air mata, kita sudah merasakannya terlebih dahulu," tutupnya.

Ia juga mengatakan semua pekerjaan ada risikonya dan ada kata-kata yang membuatnya termotivasi; "Kalau saya mau hebat saya harus dekat sama orang-orang hebat, dan lingkungan membentuk masadepan kita, Semua juga tergantung kita, kita mau mengarah kemana," pungkasnya.

Selain personil Brimob, Mira juga aktif di bidang tarik suara, sempat ikut audisi bernyanyi seperti Lida, pernah punya band acustik, tergabung di band Brimob bernama Patria Tama Band.(ade setyawati)

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved