Suku Baduy Masih Nol Kasus Covid-19, Tetua Adat: Kita Pagari Batas dengan Doa, Ada Mantra-mantranya
Meski hampir satu tahun pendemi covid-19 berlangsung, suku Baduy punya cara khas untuk menghindari cobid-19.
TRIBUNJAMBI.COM - Suku Baduy di pedalaman Provinsi Banten nol kasus covid-19.
Meski hampir satu tahun pendemi covid-19 berlangsung, suku Baduy punya cara tradisional untuk menghindari covid-19.
Tetua Adat Masyarakat Baduy sekaligus Kepala Desa Kanekes, Jaro Saija, mengatakan, selama ini pihaknya melakukan berbagai upaya mencegah covid-19.
Selain menerapkan protokol kesehatan, ada upaya kearifan lokal untuk melakukan pencegahan.
Dijelaskan, awal saat covid-19 menyerang, seluruh suku Baduy di perantauan diperintahkan pulang kampung.
Sementara itu, warga Suku Baduy yang masih menetap di wilayah Desa Kanekes, dilarang berpergian.
Berhubung kawasan Suku Baduy meripakan daerah wisata, maka pengunjung dibatasi.
Semua wrga dan pengunjung wajib bermasker.
Kearifan lokal yang dijalankan untuk mencegah virus corona ini juga tetap dilakukan.
Setiap saat dilakukan doa bersama meminta keselamatan warga Baduy.
"Beberapa waktu lalu bersama Jaro Tangtu kita kumpul, berdoa, nyareat lah istilahnya untuk keselamatan warga Baduy, kita pagari juga batas-batas wilayah dengan doa, ada mantra-mantranya," kata dia. (tribunjambi.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Setahun Pandemi, Tak Satu Pun Warga Suku Baduy Kena Covid-19, Ini Rahasianya", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2021/01/22/14131591/setahun-pandemi-tak-satu-pun-warga-suku-baduy-kena-covid-19-ini-rahasianya