Bayi Hidup Dimasukkan di Freezer, Dokter: Ya Tuhan Ampuni Kami
Meski bayi masih bergerak-gerak saat dilahirkan, dokter dan bidan itu dimasukkan ke lemari pendingin mayat.
TRIBUNJAMBI.COM - Bayi yang baru lahir ini sungguh kasihan.
Dia dimasukkan ke freezer hidup-hidup.
Pelakunya dua dokter senior dan seorang bidan.
Peristiwa ini terjadi di Kazakhstan.
Bayi yang lahir prematur itu dinyatakan mati.
Padahal, pada saat lahir bayi itu masih hidup.
Meski bayi masih bergerak-gerak saat dilahirkan, dokter dan bidan itu dimasukkan ke lemari pendingin mayat.
Pengadilan di Kazakhstan mencatat bahwa si dokter enggan berusaha menyelamatkan bayi.
Hak itu sebagaimana diberitakan Daily Mirror Rabu (20/1/2021).
Pusat data rumah sakit menyatakan bahwa bayi tersebut meninggal dunia.
Jaksa penuntut negara Askarbek Ermukashev mengatakan kalau para tenaga medis tersebut didakwa melakukan pembunuhan berencana.
Menurut bukti yang terpapar, ketiganya bahkan mendiskusikan apakah perlu menenggelamkan si bayi, sebelum memutuskan memasukannya ke freezer.
Pengadilan tidak merinci jenis kelamin anak itu. Namun menurut harian lokal mgorod.kz, korban adalah perempuan.
"Ya Tuhan, ampuni kami," begitulah ucapan salah satu dokter dalam rekaman rahasia saat berdiskusi melalui telepon.
Dokter kepala Kuanysh Nysanbaev dilaporkan memerintahkan agar anak itu segera dimasukkan lemari es khusus jenazah.
Tim medis di Rumah Sakit Ibu dan Anak Atyrau mengaku gagal menyelamatkan nyawanya, meski pakar berpendapat sebaliknya.
Atas perbuatannya, Dr Nysanbaev dipenjara 18 tahun. Koleganya, dokter kandungan Askar Kairzhan mendapat vonis 16 tahun penjara.
Sementara bidan yang bernama Jamilya Kulbatyrova dihukum 15 tahun. Dia bersalah memasukkan bayi itu atas perintah dua dokter senior.
Dua tenaga medis lain, Ruslan Nurmakhanbetov dan Dariga Dzhumabayeva mendapat hukuman percobaan 3,5 tahun karena tak melaporkan insiden itu.
Pembunuhan itu muncul ke permukaan setelah detektif menyadap ponsel Nysanbaev, yang juga diperiksa atas dugaan penyuapan.
Kepala polisi anti-korupsi Shyngys Kabdula menuturkan, tim medis dengan ceroboh mendaftarkan anak itu sudah mati, padahal masih hidup.
"Setelah si bayi menunjukkan tanda kehidupan, mereka malah berusaha untuk membunuhnya daripada mengubah laporan," papar Kabdula.
Wakil Menteri Kesehatan Lyazzat Aktayeva langsung melayangkan permintaan maaf kepada keluarga, terutama ibu si bayi. (tribunjambi.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Masukkan Bayi ke Freezer Hidup-hidup, 2 Dokter dan 1 Bidan Ini Dipenjara", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/global/read/2021/01/21/125042570/masukkan-bayi-ke-freezer-hidup-hidup-2-dokter-dan-1-bidan-ini-dipenjara