Breaking News:

Berita Tanjab Timur

Macet Panjang di Jalan Desa Siau Tanjabtim, Jalan Siau-Lambur Bisa Alternatif untuk Ditempuh

Antrian panjang serta lumpur dan lubang, menjadi problem bagi pengendara sepeda motor untuk dapat melintasi jalur penghubung Kecamatan Sabak Timur-Ras

Tribunjambi/Abdullah Usman
Kemacetan Panjang Masih Terjadi di Ruas Jalan Desa Siau Tanjabtim 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Terkait kondisi Jalan Siau yang rusak, ada jalur alternatif yang mungkin dapat dipilih pengendara terutama sepeda motor untuk menghindari antrian.

Antrian panjang serta lumpur dan lubang, menjadi problem bagi pengendara sepeda motor untuk dapat melintasi jalur penghubung Kecamatan Sabak Timur-Rasau.

Ada beberapa jalur alternatif yang dapat menjadi pilihan bagi pengendara sepeda motor, terutama bagi mereka pendatang yang ingin mengunjungi wilayah Rasau, Nipah dan sekitarnya.

Baca juga: BMKG : Gempa Susulan Masih Terjadi, Masyarakat Sulbar Diminta Tidak Eksodus, Tenang dan Waspada

Baca juga: Istana Kecolongan Tak Tahu Menteri Airlangga Positif Covid-19, Kini Ajak Donor Plasma, Kok Bisa?

Baca juga: Trailer Ikatan Cinta 19 Januari 2021, AMBYAR Hati Ini, Reyna Nangis Minta Andin dan Al Tak Berantem

Camat Muara Sabak Timur, Faisal mengatakan, untuk kondisi jalan Provinsi yang menghubungkan Rasau dan Sabak Timur tepatnya Di desa Siau Dalam sendiri saat ini masih terus dilakukan perbaikan oleh pihak Provinsi hanya saja bertahap.

"Kalau untuk saat ini jalan sudah mulai bisa lancar dilewati, meski harus tetap bersabar dan mengantri," ujarnya Selasa (19/1/2021).

Lanjut Camat, bagi warga yang ingin mencoba melewati jalur lain (alternatif) terutama bagi kendaraan sepeda motor bisa mencoba melewati jalan jembatan asai atau prit sepakat. Yang nantinya pengendara bus langsung sampai di berbatasan antara Desa labur luar dan Siau (melewati jalan buruk).

"Namun resikonya mereka harus menempuh perjalanan lebih jauh selisih waktu bisa hingga 40 menit," ujarnya.

"Selain itu di jalur alternatif tadi ada juga beberapa jembatan yang terendam banjir jika air pasang, dan kendaraan terpaksa harus naik rakit dan membayar Rp 5000 per motor," jelasnya.

Menurutnya, jika cuaca terus membaik para pengendara lebih baik melewati jalur utama daripada jalur alternatif, karena selisih jarak tempuh yang panjang.

"Saat inikan pihak Provinsi terus melakukan perbaikan, yang nantinya kerusakan segera tertangani dan jalan bisa lancar meski perlahan," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved