Femalenial
Bergabung ke Tim Hantu Kota FC Ladies, Dina Dapatkan Banyak Ilmu
Dina Monita, seorang pivot (penyerang) yang tergabung dalam tim Hantu Kota FC Ladies di Kota Jambi mengatakan penggemar futsal khususnya dari kaum haw
Penulis: Monang Widyoko | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Cabang olahraga sepak bola putri saat ini sedang banyak diminati, begitu pun dengan futsal putri. Sudah tidak asing lagi kita melihat tim-tim futsal putri dipertandingkan, terutama di tv.
Dina Monita, seorang pivot (penyerang) yang tergabung dalam tim Hantu Kota FC Ladies di Kota Jambi mengatakan penggemar futsal khususnya dari kaum hawa saat ini sudah banyak.
"Menurut aku cewek-cewek sekarang sudah tidak malu lagi bermain futsal. Terbukti yang gabung di Hantu Kota FC Ladies saja ada 80 orang," katannya kepada Tribunjambi.com.
Baca juga: Ribuan Warga Merangin Bakal Divaksin, Al Haris Siap Menjadi Orang Pertama
Gadis cantik penggemar FC Barcelona ini pun berpendapat hal ini terjadi karena dampak dari media sosial.
"Media sosial menurut aku cukup membantu memperkenalkan sepak bola atau pun futsal kepada adik-adik cewek kita. Terutama yang masih SMA, untuk suka bahkan ikut menjadi pemainnya," ujarnya.
Dina pun mengatakan tidak perlu khawatir akan kemampuan. Ia beranggapan dan yakin bahwa kemampuan itu dapat dilatih dan berkembang seiring berjalannya waktu.
Baca juga: Bocah 9 Tahun bikin Umat Islam Menangis, Ini yang Dilakukan hingga Tuai Pujian, Ibu : Masyaallah
"Aku dulu enggak bisa apa-apa. Mulai dari passing banyak salah, kontrol bola apa lagi, dan shooting pun enggak ada apa-apanya," ungkap Dina.
"Ya itu tadi, kita sering latihan dan rutin. Dulu aku jadi kiper selama satahun lebih. Tapi pelatihku di Hantu Kota FC memberi tugas baru yang harus aku pelajari, yakni menjadi pivot," tambahnya.
Ia mengatakan dirinya menjadi pivot memang dari nol. Dirinya sangat berterima kasih kepada para pelatih di timnya karena telah membimbingnya.
Baca juga: Syeh Ali Jaber Sempat Carikan Putranya Jodoh, Ternyata Bakal Dinikahkan dengan Gadis Ini!
Dina juga merasa pelatihnya paham kemampuan setiap pemain dan akhirnya memberikannya tanggung jawab baru bagi dirinya menjadi pivot.
"Karena aku berlatih bersama Hantu Kota FC ini dan sering ikut bertanding ke luar kota, akhirnya aku berkesempatan ikut membantu dalam Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Selatan di Kabupaten PALI," jelasnya.
Kemudian ia juga mengungkapkan seringnya ikut kompetisi pun membantu dirinya dalam melatih mental.
"Dengan ikut kompetisi itu sangat melatih mental. Karena di sana kita akan dilihat oleh orang banyak. Dan orang banyak itu bukan hanya menonton saja. Bahkan ada dari pendukung lawan dan mereka pasti akan menjelek-jelekan kita di lapangan," bebernya.
Dina pun merasa saat ini telinganya sudah kebal dengan sorak-sorakan dari penonton yang menyudutkan tim mereka.
"Awal-awal pasti terkejutlah. Apa lagi mereka omongannya kasar-kasarkan. Tapi lama-lama kami semua sudah biasa dan kebal telinga kami. Kalau terlalu memikirkan penonton bisa-bisa permainan tim akan kacau," kata Dina.