Breaking News:

Lawan Covid 19

40 Komisioner KPU Terpapar Covid, Imbas Pilkada Serentak

Imbas pelaksanaan pilkada serentak Desember 2020 lalu, ada 40 komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) di tingkat pusat maupun daerah terpapar virus

Editor: Fifi Suryani
KOMPAS.com/FITRIA CHUSNA FARISA
Komisioner KPU Ilham Saputra. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA- Imbas pelaksanaan pilkada serentak Desember 2020 lalu, ada 40 komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) di tingkat pusat maupun daerah terpapar virus Covid-19.

"Total komisioner 40 orang (positif Covid-19). Alhamdulilah Pak Arief, Pak Pram segera sehat, dan saat ini Pak Viryan sedang isolasi," ujar Pelaksana Tugas Ketua KPU RI Ilham Saputra saat rapat dengan Komisi II DPR di komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (19/1).

Ilham pun menyebut Ketua KPU Sumatera Selatan Kelly Mariana meninggal di Rumah Sakit Charitas Palembang pada 17 Januari 2021 akibat Covid-19. Selain itu, Ilham juga menyebut ada 36 orang lebih berstatus aparatur sipil negara (ASN) positif Covid-19, saat pelaksanaan pilkada di tengah pandemi.

"Tenaga ahli, tenaga pendukung dan tenaga operator 47 orang. Panitia adhoc 2020 yang kami terima laporannya 36 orang dan pegawai lain 26 orang," tutur Ilham. Diketahui, pelaksanaan Pilkada pada tahun kemarin dilaksanakan pada 9 Desember 2020, di mana berbagai daerah sedang dilanda pandemi Covid-19.

Sementara itu Komisi II DPR membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk evaluasi pelaksanaan Pilkada di 270 daerah pada 9 Desember 2020. Keputusan tersebut diambil saat Komisi II rapat bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, KPU, Bawaslu, dan DKPP.

"Untuk menindaklanjuti permasalahan Pilkada, Komisi II membentuk Panja evaluasi Pilkada serentak 2020," ucap Wakil Ketua Komisi II Ahmad Doli Kurnia Tandjung.

Menurutnya, pembentukan Panja perlu dilakukan karena masih adanya beberapa persoalan saat pelaksanaan Pilkada 2020. Di antaranya, adanya pelanggaran dan sengketa Pilkada, indikasi praktik politik uang, pelanggaran netralitas ASN, hingga lemahnya koordinasi antar penyelenggara Pemilu.

Namun, secara umum Doli melihat Pilkada yang berjalan di tengah pandemi Covid-19 pada akhir tahun lalu, berjalan relatif kondusif. "Semua patut berbangga, Pilkada 2020 dilaksanakan secara baik," ucap Doli.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam kesempatan tersebut memaparkan, partisipasi pemilih pada Pilkada 2020 sebesar 76,09 persen dari target 77,55 persen. Angka ini dinilai cukup baik dibandingkan dengan negara lain yang menyelenggarakan pemilu saat pandemi Covid-19.

"Angka ini saya kira keberhasilan kita, bangsa kita," kata Tito.

Tito mencontohkan tingkat partisipasi pemilih Amerika Serikat yang baru saja menggelar pemilihan presiden sebesar 66,9 persen. Angka tersebut tertinggi selama 120 tahun terakhir. "(Partisipasi) yang tertinggi adalah di tahun 1.900 (yakni) 73,9 persen," katanya.

Tito juga menyinggung angka partisipasi pemilih pada pemilu Korea Selatan. Tingkat partisipasi pemilih Korea Selatam itu 66,2 persen atau tertinggi selama 28 tahun terakhir. Tito menyinggung angka partisipasi pemilih negara lain bukan tanpa alasan.

Menurut dia, ada apresiasi dari Kedutaan Besar Amerika Serikat terhadap pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di Indonesia.

"Pekan lalu kami bertemu dengan duta besar Amerika Serikat, menyampaikan selamat kepada Indonesia. Karena selain tertib pada saat pemungutan suara, kampanye, juga partisipasi pemilih yang luar biasa bagi mereka. Mereka saja belum bisa mencapai itu," ujar Tito.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved