Berita Tebo

Pilkades Penapalan Bermasalah, Dalam Sidang Terungkap 91 Orang Diluar DPT Bisa Memilih

Ketua Panitia pelaksana pemilihan, Rizal dalam persidangan tingkat kabupaten itu membenarkan bahwa dalam prosesnya, terdapat pemilih yang namanya tida

Tribunjambi/Hendro Sandi
Sidang sengketa Pilkades Penapalan, Kecamatan Tengah Ilir, Tebo, di aula Kantor Bupati Tebo, Senin (18/1/2021). 

TRIBUNJAMBI.COM, MUAROTEBO - Pemilihan Kepala Desa (Kades) Penapalan, Kecamatan Tengah Ilir, Tebo, bermasalah. Hal ini pun berujung disidangnya para panitia pemilihan, hingga Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat.

Sidang ini dipimpin oleh Sekda Tebo, yang diwakilkan Kepala Dinas PMD Tebo Nafri Junaidi, dan anggota Mahkamah Kabupaten, di aula Kantor Bupati Tebo, Senin (18/1/2021).

Ketua Panitia pelaksana pemilihan, Rizal dalam persidangan tingkat kabupaten itu membenarkan bahwa dalam prosesnya, terdapat pemilih yang namanya tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Baca juga: TERKUAK Penyebab Gelombang Tinggi di Manado hingga Air Bisa Masuk Parkiran Mal dan Rusak Kapal

Baca juga: Rizky Febian Sapa Zayn Malik dengan Sebutan Mamang, Zayn Malik : You my Mamang then

Baca juga: Ikatan Cinta Tamat, Benarkah? Sosok Pria Tampan Ini Selamatkan Rumah Tangga Andin dan Aldebaran

Namun hal itu diakuinya sudah disepakati bersama.

"Benar pimpinan. Tapi itu sudah kami buat dalam berita acara dan disepakati," ungkapnya di hadapan pimpinan sidang.

Dia pun mengakui, sanggahan dan keberatan barulah muncul pada saat pleno .

"Namun perjalannya penghitungan dan pemungutan suara lancar. Namun ada beberapan dalam dan sanggahan setelah pleno," katanya.

Sanggahan tersebut datang dari calon kades tentang pelaksanaan ditingkatkan panitia.

"Baru datang sanggahan dan keberatan dari calon terhadap pelaksanaan kami selalu panitia," ujarnya.

Selanjutnya, kata Rizal, pihaknya diundang oleh BPD terkait adanya sanggahan itu. Namun tidak menemui hasil. Begitu juga ditingkat kecamatan juga tidak menemukan hasil.

Bahkan ungkap Rizal, terdapat 91 pemilih yang diluar DPT dapat memilih. "Kami mengakui dan sadar bahwa hal itu melanggar," katanya.

Mendapat jawaban itu, pimpinan sidang, yakni Kadis PMD Tebo, Nafri Junaidi mengatakan, pihaknya sudah mewanti-wanti terkait hal ini. Namun pada akhirnya terjadi juga.

"Tujuannya baik, tapi itu melanggar karena menambah mata pilih, dan dengan sadar sudah bersepakat untuk mengakomodir semua warga yang tidak terdaftar dalam mata pilih atau tidak ada surat resmi bisa milih. Kami sudah mewanti-wanti ini," sebut Nafri.

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved