Breaking News:

Intelijen Indonesia Sergap Agen Rahasia Rusia di Restoran Jawa Tengah, Letkol Susdaryanto Ditangkap

Letkol Susdaryanto sejatinya seorang perwira yang cerdas. Dia pernah di sekolahkan di Amerika Serikat. Tapi akhirnya, dia menjadi mata-mata ...

Moh Habib Asyhad
Sekolah agen rahasia Rusia, KGB 

Yakni di belakang ruang makan restoran, agen yang berpura-pura sebagai tamu restoran dan sekeliling restoran.

Pimpinan operasi, Mayor Sutardi bahkan membawa istri dan ketiga anaknya serta memesan satu meja makan.

Istri dan anak-anak Sutardi sama sekali tak mengetahui operasi penyamaran itu sehingga tetap bersikap sewajarnya.

Mayor Sutardi berani membawa istri dan ketiga anaknya karena yakin tak akan terjadi tembak-menembak.

Para petugas dari Bakin mulai waspada ketika Susdaryanto yang menjadi umpan tiba di restoran sambil membawa dua rol film.

Rol itu dimasukkan dalam kardus pasta gigi pepsodent.

Ketika melihat pria yang menunggunya, Susdaryanto terperanjat karena orang itu bukan Finenko melainkan Asisten Atase Rusia di Indonesia, Letkol Sergei Egorov.

Susdaryanto khawatir jangan-jangan Egorov bersenjata dan jika melawan saat ditangkap akan menimbulkan insiden berdarah.

Untuk menenangkan suasana Susdaryanto lalu mengajak ngobrol Egorov dan tak lama kemudian barang pesanan Finenko berupa kotak pepsodent diserahkan kepada Egorov.

Melihat Egorov menerima barang yang bisa dipakai sebagai bukti di depan hukum, perintah penangkapan segera diberikan.

Beruntung Egorov tak melakukan perlawanan dan segera dibawa ke mobil tahanan.

Baca juga: Kopassus Sersan Badri Dapat Jatah Ngintelin Orang Setahun, Dapat Pengalaman Mengagetkan

Karena memiliki kekebalan dipomatik, Egorov lalu diserahkan ke Kedutaan Rusia disertai surat pengusiran, persona non grata dari pemerintah Indonesia.

Penangkapan Egorov dan Susdaryanto langsung membuat Finenko beraksi.

Dia berencana terbang ke Rusia bersama Egorov tanggal 6 Februari 1980 pagi.

Tapi sebelum pesawat berangkat, aparat Bakin menangkap Finenko yang saat itu dikawal oleh protokol dari Kedutaan Rusia.

Sempat terjadi insiden namun Finenko berhasil ditahan dan diinterogasi Bakin.

Statusnya yang non diplomat dan berdasar bukti yang didapatkan dari rumah Susdaryanto, memungkinkan pengadilan RI menjatuhkan hukuman mati kepadanya.

Tapi karena pengaruh tekanan diplomatik, beberapa hari kemudian, Finenko dilepas dan dipulangkan ke Rusia.

Bersamaan dengan kepergian Finenko, perwakilan Aeroflot di Indonesia pun ditutup.

Yang pasti, berkat penangkapan Susdaryanto, Erogov, dan Finenko, Bakin makin intensif mengawasi orang-orang Rusia di Indonesia.

Apalagi aksi Finenko bukan merupakan kegiatan spionase terakhir yang dilakukan agen KGB di Indonesia. (Intisari)

Baca juga: Warga Heran Beli Rp 2000 Tak Dikasih Plastik, Ternyata Intel Polisi Nyamar Cari Teroris

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved