Breaking News:

Berita Jambi

Disdik Provinsi Jambi Masih Verifikasi Kesiapan Sekolah, Belajar Tatap Muka SMA/SMK Diundur

Dinas Pendidikan Provinsi Jambi memastikan Senin (18/1/2020) siswa SMA/SMK dan SLB di Provinsi Jambi masih via daring.

Penulis: Zulkipli | Editor: Rahimin
Zulkifli
Pelaksana tugas (Plt) kepala Dinas pendidikan Provinsi Jambi, Bukri. Disdik Provinsi Jambi Masih Verifikasi Kesiapan Sekolah, Belajar Tatap Muka SMA/SMK Diundur 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dinas Pendidikan Provinsi Jambi memastikan Senin (18/1/2020) siswa SMA/SMK dan SLB di Provinsi Jambi masih melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau via daring.

Hal itu dikarenakan hingga kini Disdik Provinsi Jambi masih melakukan varifikasi dan validasi terhadap kesiapan sekolah untuk melaksanakan belajar tatap muka

"Belum, masih tahapan verifikasi," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Bukri saat dihubungi Tribunjambi.com, Minggu (17/1/2020).

Baca juga: BREAKING NEWS Belajar Tatap Muka di Kota Jambi Senin Besok Ditunda Lagi

Baca juga: Intake PDAM Unit Mendalo Laut Miring Belum Ada Perbaikan, 8.300 Pelanggan Terancam

Baca juga: Musim Hujan, Bupati Sukandar Minta Kades dan Camat Harus Siap Atasi Banjir

Beberap hari lalu Bukri menyebut dari jumlah keseluruhan sekolah SMA/SMK/SLB negeri dan swasta se provinsi Jambi sebanyak 428 sekolah.

(SMA 233 sekolah, SMK 173 sekolah, dan SLB 16 sekolah). Sudah 70 persen lebih sekolah SMA/SMK/SLB baik negeri dan swasta di Jambi sudah mengajukan atau melaporkan di form online ke situs Kemendikbud terkait kesiapan pembelajaran tatap muka (PTM).

Dia menjelaskan sedikitnya ada 6 poin yang harus dipenuhi setiap sekolah apabila ingin menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM).

“Persyaratan itu antara lain sanitasi, fasilitas kesehatan, kesiapan menerapkan wajib makser, thermo gun, pemetaan satuan pendidikan untuk tahu siapa yang punya komorbid, persetujuan komite sekolah dan orang tua wali,” tegas Bukri.

“Sekolah juga tidak perlu full diisi siswa. Kapasitas maksimal 50 persen dari hari biasanya atau diterapkan dua shif,” tambahnya.

Lanjut Bukri, keputusan pembukaan sekolah akan diberikan kepada tiga pihak, yakni pemerintah daerah, kantor wilayah (kanwil), dan orang tua melalui komite sekolah.

Baca juga: Warga Malaysia Kesal Sampai Menterinya Disebut Gila, Foto Jokowi Kok Diunggah ke Twitter, Ada Apa?

Baca juga: Janji Kapolres Merangin dan Dandim, Serius Berantas PETI di Merangin, Siap Tindak Oknum yang Bermain

Baca juga: Begini Nasib Karni Ilyas dan Gories Mere, Terlibat Kasus Korupsi Jual Beli Tanah Rp 3 Triliun di NTT

Kemudian jelasnya, orang tua masing-masing siswa dibebaskan untuk menentukan apakah anaknya diperbolehkan ikut masuk sekolah atau tidak.

Sekalipun sekolah dan daerah tertentu telah memutuskan untuk membuka kembali kegiatan belajar tatap muka.

Bukri menegaskan, sekolah dinyatakan siap melaksanakan PTM jika telah di kaji dan diteliti oleh pihak Disdik. ”Jika izin dari Gubernur keluar, barulah sekolah boleh buka PTM”, pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved