Breaking News:

Cuaca Buruk! Lion Air dan Garuda Indonesia Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak

Cuaca Buruk! Lion Air dan Garuda Indonesia Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak

Wikipedia
Pesawat A300 Airbus Garuda Indonesia 

TRIBUNJAMBI.COM - Dampak cuaca buruk dua penerbangan rute Jakarta - Pontianak di Bandara Supadio Pontianak terpaksa harus dialihkan (divert), pada Rabu 13 Januari 2021 sore.

Akibat cuaca buruk, membuat maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT684, dan maskapai Garuda dengan nomor penerbangan GA504 tidak dapat landing.

Untuk itu, melihat kondisi tersebut akhirnya Lion Air dan Garuda Indonesia itupun terpaksa melakukan divert.

Ia menerangkan, dua maskapai tersebut telah melakukan divert. Diantaranya, maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT684 rute Jakarta - Pontianak, saat ini harus mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, pada pukul 14:00 Wib.

Serta maskapai Garuda dengan nomor penerbangan GA504 rute Jakarta - Pontianak, saat ini juga telah mendarat Bandara Sultan Mahmud Baddarudin II Palembang, pada pukul 15:02 Wib.

"Karena faktor cuaca ada Pesawat Lion divert ke batam, yang kedua pesawat Garuda divert ke Palembang," kata Eri.

Tangkapan layar www.flightradar24.com Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat ( Kalbar ), Rabu 13 Januari 2021 malam WIB.
Tangkapan layar www.flightradar24.com Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat ( Kalbar ), Rabu 13 Januari 2021 malam WIB. (www.flightradar24.com)

Dalam hal inipun kata Eri, divert atau Return To Base (RTB) adalah hal yang lumrah, guna mengutamakan faktor keselamatan penerbangan.

"Tadi ada yang sempat landing yakni Sriwijaya, karena cuaca tadi sempat terang sedikit, jadi dia sempat landing. Tapi setelah itu, batik air saat ini masih holding," sampainya.

Dan ia pun menerangkan, dalam kejadian yang disebabkan oleh akibat cuaca seperti ini, terdapat beberapa faktor, diantaranya faktor visibility jarak pandang yang memang dibawah standar keselamatan penerbangan, serta faktor angin yang kencang.

"Kalau cuaca itukan pasti dunia penerbangan mengacunya ke BMKG. Kalau kita melihat secara visual kita tidak bisa menilai. Nah data BMKG itukan akan diteruskan ke ATC maupun pilot, untuk mereka mengambil keputusan apakah landing atau divert," terangnya.

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan ke bagian pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta - Pontianak yang jatuh di perairan Pulau Seribu di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (10/1/2021). Temuan bagian pesawat selanjutnya akan diperiksa oleh KNKT sedangkan potongan tubuh korban diserahkan kepada DVI Polri untuk identifikasi lebih lanjut.
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan ke bagian pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta - Pontianak yang jatuh di perairan Pulau Seribu di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (10/1/2021). Temuan bagian pesawat selanjutnya akan diperiksa oleh KNKT sedangkan potongan tubuh korban diserahkan kepada DVI Polri untuk identifikasi lebih lanjut. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)
Halaman
1234
Editor: Heri Prihartono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved