Kim Jong Un Sebut AS Sebagai Rintangan Terbesar Bagi Revolusi dan Musuh Terbesar

Proses hubungan diplomatik tersebut menemui jalan buntu setelah pertemuan di Hanoi berakhir, terkait dengan pencabutan sanksi.

Editor: Muuhammad Ferry Fadly
KCNA
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un 

TRIBUNJAMBI.COM - Kim Jong Un mengungkapkan bahwa rencana untuk membuat kapal selam bertenaga nuklir sudah selesai.

Deklarasi yang disampaikan Kim Jong Un pada Sabtu (9/1/2021) juga termasuk seruan untuk mengembangkan hulu ledak nuklir yang lebih kecil dan dapat disesuaikan.

Mengutip The Guardian, peryataannya datang kurang dari dua pekan sebelum pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS dan setelah hubungan Kim Jong Un dan Donald Trump yang kacau menjadi sorotan.

Baca juga: INILAH Pendiri Maskapai Sriwijaya Air serta Sejarah Maskapai Ini, Terbang Perdana saat Hari Pahlawan

Baca juga: Diperkirakan Lokasi Black Box Sriwijaya Air SJ 182 Ditemukan, Apa Itu Black Box?

Baca juga: Status Terakhir Pilot Sriwijaya Air SJ 182 Kejutkan Umat Muslim, Arie Untung Sampai Bilang Begini

Kim Jong Un dan Trump pertama kali terlibat dalam perang kata-kata dan saling mengancam.

Sebelumnya, Kim Jong Un dan Trump tampil layaknya "bromance" yang luar biasa, ketika penampilan publik mereka menarik perhatian dengan pernyataan cinta oleh Presiden AS.

Tetapi, tak ada kemajuan substansial yang dibuat dari hubungan mereka.

Proses hubungan diplomatik tersebut menemui jalan buntu setelah pertemuan di Hanoi berakhir, terkait dengan pencabutan sanksi.

"Pyongyang harus fokus dan dikembangkan untuk menumbangkan AS, rintangan terbesar bagi revolusi kita dan musuh terbesar kita," seru Kim Jong Un pada Kongres lima tahunan Partai Buruh Korea Utara yang berkuasa, lapor KCNA.

"Tak peduli siapa yang berkuasa, sifat sebenarnya dari kebijakannya terhadap Korea Utara tidak akan pernah berubah," katanya, tanpa menyebut nama Biden.

Upaya Nuklir Korea Utara

Pyongyang telah mencurahkan banyak sumber daya untuk mengembangkan senjata nuklir dan rudal balistiknya.

Upaya Korea Utara ini diklaim demi mempertahankan diri dari kemungkinan invasi Amerika Serikat.

Program-program tersebut telah membuat kemajuan pesat di bawah kepemimpinan Kim Jong Un.

"Korea Utara telah menyelesaikan rencana untuk kapal selam bertenaga nuklir," ungkap Kim JOng Un.

"Penelitian perencanaan baru untuk kapal selam bertenaga nuklir telah selesai dan akan memasuki proses pemeriksaan akhir," papar Kim Jong Un di Kongres.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved