Femalenial

Bayu Anggraini dan Serba-serbi Vaksinasi Covid-19 di Jambi

Setelah tenaga kesehatan, vaksin tahapan kedua akan diterima petugas pelayanan publik, siapa saja yang langsung berpapasan dengan masyarakat...

Penulis: Ade Setyawati | Editor: Nani Rachmaini
Istimewa
Bayu Anggraini 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penerima vaksin tahap pertama dilakuan serentak pada 14 Januari, ada beberapa kategori yang tidak boleh di suntik vaksin.

Bayu Anggraini bekerja di Dinas Kesehatan kabupaten Muaro Jambi menjelaskan tentang covid-19 dan vaksin merupakan usaha maksimal pemerintah, dan juga menjelaskan siapa yang menerima maupun yang tidak menerima vaksin.

Corona Virus Disease 2019 (covid-19), merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2), jenis baru corona virus yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia.

Pada kasus yang berat, dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, bahkan kematian yang telah dinyatakan sebagai bencana non-alam berupa wabah/pandemi maupun sebagai kedaruratan Kesehatan masyarakat.

Dalam rangka penanggulangan pandemi covid-19, tidak hanya dilaksanakan dari sisi penerapan protokol kesehatan, namun juga intervensi dengan vaksinasi sebagai bagian dari upaya pencegahan dan Pengendalian COVID-19.

Untuk tahap pertama penerima vaksin dilakukan pada tanggal 14 Januari, dan  penyuntikan vaksin dilakukan secara serentak.

Pemberitahuan atau pengingat jadwal layanan vaksinasi akan dikirim oleh sistem via SMS atau aplikasi Peduli Lingkungan kepada sasaran.

Meskipun vaksinasi telah dilakukan, menjaga 3M dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat tetap harus dilakukan, agar perlindungan diri lebih optimal.

"Insyaallah vaksin ini efektifitas nya 90 persen, meskipun sudah vaksinasi kita harus tetap menjaga 3M + Vaksinasi, agar lebih optimal perlindungan diri kita." Jelasnya.

Siapa saja yang mendapatkan vaksin ?

Vaksin akan di salurkan secara bertahap dan tahapan pertama vaksin sinovac akan di suntikkan kepada tenaga medis yang beresiko tertular maupun menularkan virus covid-19.

Vaksin tahapan pertama disalurkan sekitar 20 ribu dan tenaga medis yang menerima vaksin sebanyak 26 ribu orang.

"Nanti di screeaning lagi, mana yang sesuai dengan syarat-syarat penerima vaksin covid-19 akan mendapatkan vaksin dan mana yang tidak memenuhi syarat tidak bisa di suntik." Jelasnya.

Setelah tenaga kesehatan, vaksin tahapan kedua akan diterima petugas pelayanan publik, siapa saja yang lagsung berpapasan dengan masyarakat akan diberi vaksin tahapan kedua.

Selain itu, vaksin tahapan kedua juga akan diterima oleh lansia (lanjut usia), kelompok usia di atas 60 tahun.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved