Breaking News:

Universitas Indonesia Membuat Policy Brief Untuk Legalitas Kepemilikan Lahan Untuk Pekebun

kebijakan standar Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO), dalam rangka memperkuat dan memperbaiki posisi pekebun

istimewa
Universitas Indonesia membuat Policy Brief untuk legalitas kepemilikan lahan untuk pekebun di Jambi 

Universitas Indonesia Membuat Policy Brief Untuk Legalitas Kepemilikan Lahan Untuk Pekebun

TRIBUNJAMBI.COM - Tim riset multidisiplin dari Universitas Indonesia dengan Ketua Herdis Herdiansyah dari Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) Universitas Indonesia bekerja sama dengan Program Magister Universitas Jambi yang didanai dari Direktorat Riset dan Pengembangan Universitas Indonesia mengadakan kajian kebijakan (policy brief) yang membahas rumusan kebijakan standar Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO), dalam rangka memperkuat dan memperbaiki posisi pekebun  dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, aspek sosial, dan aspek lingkungan.

Pada 2020 ini kajian kebijakan ini difokuskan dalam bidang kebijakan legalitas kepemilikan lahan untuk pekebun sawit di Provinsi Jambi.

Perkebunan rakyat memiliki peran penting dalam rantai nilai kelapa sawit di Provinsi Jambi berdasarkan potensi luas wilayahnya.

Namun demikian, ditinjau dari produktivitas CPO, capaian di perkebunan rakyat Jambi masih lebih rendah dibandingkan dengan produktivitas CPO perkebunan rakyat di provinsi lainnya seperti Sumatera Utara (3.3 ton/ha CPO) atau Riau (2.7 ton/ha CPO). Produktivitas CPO di perkebunan rakyat Jambi hanya 2.3 ton/ha.

Baca juga: Trailer Ikatan Cinta Jumat 8 Januari 2021 - Angga Minta Maaf ke Al Andin, Kebohongan Elsa Terbongkar

Baca juga: Peneliti UI Beri Policy Brief Tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas

Baca juga: Fadli Zon Panik Usai Viral Kepergok Like Video Syur di Twitter, Tuduh Staffnya: Lalai, Sdh Ditegur!

Isu sawit yang berkelanjutan adalah untuk menciptakan keunggulan daya saing kelapa sawit Indonesia yang berkelanjutan. Teori keunggulan kompetitif secara ekonomi tidak cukup untuk menghadapi persaingan dalam jangka panjang.

Hal ini disebabkan efisiensi secara ekonomi dari kinerja rantai pasok kelapa sawit memang mampu memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Namun, orientasi pertumbuhan ekonomi mengacu pada memaksimalkan keuntungan yang mendukung eksploitasi terhadap sumber daya alam secara maksimal.  Eksploitasi membawa dampak kerusakan lingkungan yang menyebabkan eksternalitas.  Selain itu, pertumbuhan ekonomi mampu menurunkan kemiskinan secara umum, tetapi tidak mampu memperkecil jarak ketimpangan sosial-ekonomi di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dari data BPS, dari terjadinya penurunan kemiskinan secara signifikan dari tahun 2012 sebesar 11,96% menjadi 9,41% di tahun 2019,” ujar ketua riset.

Terkait dengan kepemilikan lahan bagi pekebun, di Provinsi Jambi khususnya. Ditandai dengan banyaknya konflik atas lahan.

Di antara hamparan perkebunan besar terdapat kebun-kebun petani di dalamnya, sementara petani tidak memiliki kepemilikan lahan yang kuat. Karena merasa telah turun temurun berada di lokasi tersebut.

Halaman
123
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved