Breaking News:

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Allah adalah Kasih

Bacaan ayat: Hosea 3:1 (TB) - Berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga me

Editor: Suci Rahayu PK
ist
Ilustrasi renungan harian 

Umat yang tidak setia, tidak ditinggalkan-Nya. Umat yang memberontak, tidak diabaikan-Nya. Umat yang telah menduakan-Nya, tidak dibinasakan-Nya.

Allah tetap mengasihi.

Dari perjumpaan Hosea tentang Allah, kita mendapatkan pengenalan yang ajaib tentang Allah. Dia Pencipta segalanya.

Dia memelihara ciptaan-Nya. Bahkan terus bertindak dalam sejarah untuk memperlihatkan kasih-Nya.

Manusia yang telah tidak taat dan memberontak, tetap dikasihi-Nya. Kesabaran-Nya tiada batas meskipun keadilan-Nya nyata dalam setiap hukum yang diberlakukan-Nya.

Allah bertindak merancang penyelamatan manusia yang berdosa. Dia memanggil Abraham, Ishak dan Yakub sebagai cikal bakal Bangsa Israel.

Allah bertindak membebaskan Israel dari perbudakan di Mesir. Menuntun mereka menuju ke tanah perjanjian, yaitu Kanaan.

Berulang kali mereka memberontak namun berulang kali pula Allah berkenan tetap mengasihi dengan mengampuni.

Bahkan berkenan memberikan sepuluh hukum sebagai pedoman hidup: itu dilakukan karena Allah telah bertindak mengasihi dengan mengingatkan umat bahwa Allah yang telah membebaskan mereka dari perbudakan Bangsa Mesir.

Tindakan Allah yang terus mengasihi umat, bukan berarti Allah lupa dengan keadilan-Nya. Justru kasih dan keadilan Allah menjadi dua sisi dari satu mata uang yang selalu terkait. Hukum tetap diberlakukan, namun kasih tetap ditebarkan.

Dan itu berlaku di sepanjang sejarah kehidupan manusia, sampai saat ini.

Mengenal Allah yang mempunyai kasih yang sedemikian besar, sudah seharusnya kita hidup dalam ketaatan.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Tuhan Pencipta Semesta, Engkau yang Mahamulia

Hidup beribadah dan ketaatan kepada hukum yang berlaku, dilakukan bukan sebagai beban atau takut kepada ancaman hukuman. Ketaatan dilakukan sebagai tanda ucapan syukur.

Bersyukur, karena Allah telah mengasihi. Kita ini para perempuan sundal dan pezinah yang telah berlaku tidak setia dan merusak kehidupan; namun Allah masih sangat mencintai kita.

Melihat kasih yang sedemikian besar, maka baiklah kita meninggalkan persundalan dan perzinahan yang pernah kita lakukan untuk hidup dalam kesetiaan kepada Allah.

Percaya dan mempercayakan kehidupan kepada Allah. Tinggalkan kehidupan lama dan jadilah manusia baru yang hidup dalam rasa syukur dengan taat pada kehendak-Nya. Amin

Renungan oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Siloam Palembang

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved