Breaking News:

Berita Sungai Penuh

Pakai Rompi Tahanan dan Tangan Diborgol, Kades Koto Duo Baru Dilimpah ke Kejari Sungai Penuh

Berkas perkara kasus dugaan tindak pidana korupsi dana desa tersangka Radius Prawira, Kepala Desa Koto Duo Baru Kecamatan Air Hangat Barat

doc. Kejari Sungai Penuh/Kejati Jambi
Radius, Kepala Desa Koto Duo Baru, Kabupaten Kerinci kenakan rompi tahanan dan borgol ditangan saat proses limpah tahap II dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa, Rabu (6/1/2021). Foto istimewa 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Berkas perkara kasus dugaan tindak pidana korupsi dana desa tersangka Radius Prawira, Kepala Desa Koto Duo Baru Kecamatan Air Hangat Barat Kabupaten Kerinci memasuki tahap II proses penyidikan. 

Rabu (6/1/2021), penyidik Polres Kerinci secara resmi melimpahkan barang bukti bersama tersangka ke Kejaksaan Negeri Sungai Penuh guna proses hukum lebih lanjut. 

Radius sendiri dibawa ke Kejari Sungai Penuh dengan mengenakan rompi tahanan serta kondisi tangan terborgol. 

Baca juga: Pj Sekda Batanghari Ingatkan Masyarakat Terapkan 4M, Soal Vaksinasi Akan Ada Refocusing Anggaran

Baca juga: Promo BreadTalk Terbaru 6 Januari 2021, Cheezee, Chocolate, Choco Mocha dan Pandan Rp 55.000

Baca juga: VIDEO: Warga Desa Pulau Panjang Datangi Dinas PMD Pertanyakan Dana Desa

Radius ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa Koto Duo, Tahun Anggaran 2018 dan tahun anggaran 2019.

Dimana pada penggunaan anggaran Alokasi Dana Desa tahun 2018, terdapat sejumlah pekerjaan bangunan fisik berupa saluran irigasi dan gedung kesenian.

Pada pekerjaan itu ditemukan bobot bangunan yang tidak sesuai dan pelaporan pertanggung jawaban yang tidak dilakukan dalam penggunaan anggaran. 

Termasuk pada dana APBDes tahun 2019, tersangka Radius telah melakukan penerimaan anggaran. Namun, penggunaan anggaran di tahun 2019 juga tidak dapat dipertanggungjawabkan. 

Hasil audit yang dilakukan PKKN Inspektorat Provinsi Jambi Nomor : Lap-700/515/ITPROV-3/XII/2020 tanggal 18 Desember 2020. Nilai kerugian pada dua tahun penggunaan anggaran tersebut mencapai 758 juta rupiah.

Baca juga: Putri Anne Beri Peringatan untuk yang Mengirimnya DM Kasar: Gue Jemput Bentar Lagi

Baca juga: Tribunnews.com Raih Penghargaan Adam Malik Awards 2021, Kategori Media Online Terbaik

Baca juga: Promo Giant Hari Ini 6 Januari 2021, Ada Daging Lengkeng Minyak Goreng Popok Gula Susu Beras

Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi melalui Kasi Penkum, Lexy Fatharani mengatakan Kejati Jambi sudah melakukan penunjukan jaksa penuntut umum untuk proses hukum selanjutnya di Kejari Sungai Penuh. 

Empat jaksa penuntut umum (JPU) tersebut adalah Sudarmanto SH, Moeharga Alsonta SH, Afrianto SH dan Ridho Sepputra SH. 

"Hari ini (Rabu.red) sudah dilakukan tahap II oleh Polres Kerinci kepada Kejaksaan Negeri Sungai Penuh dalam perkara Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan oleh Kades Koto Duo Baru Tahun Anggaran 2018-2019," kata Lexy Fatharani. (Dedy Nurdin) 

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Andreas Eko Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved