Kesenian Kerinci

Tari Niti Mahligai di Kabupaten Kerinci, Atraksi Kebal Senjata Tajam dan Peringan Tubuh

TARI Niti Mahligai (Mahligai Kaco), satu di antara puluhan kesenian dan kebudayaan kerinci yang memiliki keunikan dan daya tarik bagi wisatawan

Penulis: Herupitra | Editor: Nani Rachmaini
Tribunjambi/herupitra
TARI Niti Mahligai (Mahligai Kaco), satu di antara puluhan kesenian dan kebudayaan kerinci yang memiliki keunikan dan daya tarik bagi wisatawan 

TARI Niti Mahligai (Mahligai Kaco), satu di antara puluhan kesenian dan kebudayaan kerinci yang memiliki keunikan dan daya tarik bagi wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.

Tidak mengherankan, jika tarian ini selalu ditampilkan dalam acara-acara besar di Kabupaten Kerinci, bahkan di Provinsi Jambi.

Keunikan tarian ini, disamping memperlihatkan gerakan tarian lemah gemulai dengan gerakan-gerakan yang unik khas kerinci.

Tarian ini juga mempertontonkan berbagai ilmu kebatinan, sehingga bisa memacu adrenalin penonton yang menyaksikannnya.

Misalnya saja tombak secara tiba-tiba yang diarahkan pada seorang perempuan yang sedang menari, membuat semua penonton yang berada dipanggung akan terkejut.

Penonton pasti akan mengira perempuan tersebut akan tewas bersimbah darah.

Namun, setelah atraksi tersebut selesai, ratusan penonton terlihat kagum karena sang penari tidak terluka sedikitpun.

Bahkan, tombak tersebut patah karena tidak berhasil menembus tubuh sang penari.

Sebelum memasuki arena, biasanya seorang hulu balang (panglima.red) yang membawa api kemenyan langsung memberikan penghormatan kepada penonton, yang diikuti dengan atraksi pencak silat, dengan menggunakan pedang.

Usai penampilan atrasi pencak silat tersebut, penari perempuan akan memasuki arena.

Menariknya, penari-penari tersebut harus menginjak pecahan kaca yang sangat tajam tanpa menggunakan alas kaki.

Aksi selanjutnya adalah menginjak butiran telur mentah yang diletakkan diatas mangkok.

Aksi ini membuktikan bahwa saat menari mereka mampu menghilangkan berat tubuh mereka sehingga telurpun tidak pecah saat diinjak.

Baca juga: Hanya Rp 5.000 Es Doger ini Laku Keras, Berdagang di Kenali Asam Bawah

Pembuktian meringankan tubuh kembali berlanjut. Pembuktian tersebut dilakukan dengan mengangkat sang penari hanya dengan selembar kertas tipis.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved