Breaking News:

Nasri Umar Akui Terima Uang Ketok Palu, Diantar Kusnindar Rp 100 Juta ke Ruangan

Mantan Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jambi, Nasri Umar mengaku ikut menerima uang ketok palu.

tribunjambi/dedy nurdin
Nasri Umar saat kesaksiannya dikonfrontir antara dirinya dengan Nurhayati dalam persidangan yang berlangsung pada Senin (3/5/2018) di Pengadilan Tipikor Jambi. Nasri Umar Akui Terima Uang Ketok Palu, Diantar Kusnindar Rp 100 Juta ke Ruangan 

Nasri Umar Akui Terima Uang Ketok Palu, Diantar Kusnindar Rp 100 Juta ke Ruangan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mantan Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jambi, Nasri Umar mengaku ikut menerima uang ketok palu.

Pengakuan tersebut disampaikan mantan politisi Partai Demokrat itu saat bersaksi di persidangan dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi di Pengadilan Negeri Tipikor Jambi, Senin (4/1/2021).

Nasri Umar dihadirkan sebagai saksi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama enam orang saksi lainnya. Ia bersaksi untuk tiga terdakwa yakni Cekman, Parlagutan Nasution dan Tadjudin Hasan.

Baca juga: Belajar Tatap Muka di Kota Jambi, Guru dan Siswa Diminta Rapid Test yang Baru Pulang Dari Luar Kota

Baca juga: Bukri Jadi Plt Kadis Pendidikan Provinsi Jambi Untuk Tiga Bulan Ke depan, Sesuai SK Gubernur Jambi

Baca juga: Maya 16 Tahun Jadi PSK, Dulu Bisa Rp 1 Juta Sekarang Cuma Rp 100 Ribu, Banting Stir Jual Ayam Geprek

Dalam keterangannya uang yang ia terima untuk ketok palu pengesahan RAPBD Tahun 2017. Uang tersebut diterima dari Khusnindar dalam dua tahap.

"Pertama di antar ke ruangan Komisi I, waktu itu masih menjabat sebagai ketua komisi. Kusnindar datang keruangan ngantar Rp100 juta, katanya yang selemak semanis," kata Nasri Umar pada persidangan.

Sementara sisanya 100 juta diterima dibulan Maret 2017 juga dari Khusnindar. Namun, uang itu sudah di kembalikan ke penyidik KPK setelah mencuatnya kasus OTT Jambi tahun 2018.

Saat itu tim KPK menangkap Saifuddin dan Supriono ketika sedang melakukan transaksi penyerahan uang ketok palu. KPK juga menetapkan Erwan Malik, Plt Sekda dan Arfan Plt Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi.

"Setelah OTT uangnya saya kembalikan ke KPK dua tahap pertama 100 juta katena waktu itu saya tidak punya uang," katanya.

Namun, untuk pengesahan ketok palu RAPBD tahun 2018 kata Nasri Umar ia tak menerima.

"Waktu itu saya sering sakit makanya jarang masuk, dan saya tidak dapat uang ketok palu," kata Nasri Umar.

Baca juga: Keluarga Tidak Mau Ada Penyambutan Bebasnya Abu Bakar Baasyir, Khawatir Timbulkan Kerumun

Baca juga: Video Mesumnya dengan Gisel Heboh, Michael Yukinobu Ucap Maaf Usai Diperiksa 12 Jam: Saya Menyesal

Baca juga: Jamaah Membludak, Pengajian Ustaz Abdul Somad (UAS) Dibubarkan, Disebut Langgar Protokol Kesehatan

Dalam persidangan itu Nasri Umar bersaksi dengan sejumlah mantan anggota DPR lainnya seperti Khusnindar dan M Juber.

Saksi lainnya yang dihadirkan adalah Saifuddin mantan Asisten III Setda Provinsi Jambi, ASN di PUPR yakni Deni Ivan Triana dan Wahyudi. Saru saksi lagi yakni Jeo Fandy Yoesman, pengusaha konstruksi Jalan di Jambi. (dnu)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved