Pertumbuhan Ekonomi

Masuki Triwulan I Tahun 2021, Pertumbuhan Ekonomi Jambi Diprediksi Menguat

Memasuki triwulan I 2021, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi diprakirakan kembali meningkat dibanding triwulan sebelumnya.

Penulis: Vira Ramadhani | Editor: Fifi Suryani
Istimewa
Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Jambi fasilitasi sertifikasi ekspor 9 ribu ton cangkang sawit tujuan Thailand. Pertumbuhan ekonomi Jambi Triwulan I tahun 2021 ini diprediksi menguat. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Memasuki triwulan I 2021, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi diprakirakan kembali meningkat dibanding triwulan sebelumnya. Pemulihan ekonomi di era kenormalan baru akan mendorong peningkatan baik di sisi permintaan maupun produksi.

Selain itu, penerapan vaksin yang direncanakan pada triwulan I 2021 akan menjadi faktor kunci pemulihan ekonomi secara umum.

Dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Suti Masniari Nasution, dalam keterangan tertulis, pulihnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi secara umum menyusul pelonggaran lockdown dan relaksasi pembatasan sosial mendorong peningkatan permintaan barang dan jasa.

Hal ini berdampak pada pemulihan ekonomi global dan domestik termasuk Provinsi Jambi pada triwulan III 2020. Perkembangan PDRB Provinsi Jambi pada triwulan III 2020 tercatat mengalami kontraksi 0,79% (yoy), membaik dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 1,75% (yoy), meskipun lebih rendah dibandingkan triwulan III 2019 yang tumbuh sebesar 4,52% (yoy).

“Peningkatan aktivitas ekonomi ditunjukkan oleh perbaikan kinerja hampir seluruh lapangan usaha (LU) terutama LU perdagangan, LU transportasi dan pergudangan serta LU penyediaan akomodasi dan makan minum,” jelasnya, Selasa (29/12).

Suti melanjutkan, dari sisi pengeluaran, perbaikan ekonomi didorong peningkatan kinerja hampir seluruh kelompok pengeluaran kecuali ekspor.

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga mengalami perbaikan didorong peningkatan harga komoditas unggulan daerah.

“Selain itu, konsumsi pemerintah juga membaik pada triwulan III 2020 terutama didorong realisasi belanja pemerintah dalam rangka pencegahan dan penanganan dampak Covid-19,” ujarnya.

Namun, kinerja ekspor masih tertahan disebabkan permintaan negara mitra dagang yang belum pulih sepenuhnya.

“Perbaikan ekonomi Provinsi Jambi diprakirakan berlanjut pada triwulan IV 2020,” sambungnya.
Perbaikan ekonomi sejalan dengan pulihnya aktivitas ekonomi secara umum memasuki new normal, meskipun belum kembali ke level sebelum Covid-19.

Peningkatan terutama akan bersumber dari perbaikan LU pertambangan, LU industri pengolahan dan LU perdagangan. Kinerja LU pertambangan didorong meningkatnya produksi seiring kenaikan konsumsi energi primer pada musim dingin di kawasan bumi bagian utara.

Sementara, perbaikan LU industri pengolahan didorong peningkatan konsumsi minyak kelapa sawit pada liburan akhir tahun.

“Periode liburan baru juga akan mendorong perbaikan kinerja LU perdagangan,” ucapnya.

Namun secara keseluruhan pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi diprakirakan mengalami perlambatan.

“Penurunan kinerja ekonomi daerah terutama dipengaruhi oleh dampak pandemi Covid-19. Kebijakan lockdown dan pembatasan sosial merupakan faktor utama pelemahan ekonomi tahun 2020,” ujarnya.

Memasuki triwulan I 2021, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi diprakirakan kembali meningkat dibanding triwulan sebelumnya. Pemulihan ekonomi di era kenormalan baru akan mendorong peningkatan baik di sisi permintaan maupun produksi.

Selain itu, penerapan vaksin yang direncanakan pada triwulan I 2021 akan menjadi faktor kunci pemulihan ekonomi secara umum.

“Dampak Covid-19 yang mereda seiring penerapan vaksin akan mendorong pertumbuhan ekonomi akseleratif untuk keseluruhan tahun 2021,” pungkas Suti.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved