Breaking News:

Berita Batanghari

Perayaan Malam Tahun Baru Dilarang Petani Jagung di Batanghari Keluhkan Hasil Penjualan Berkurang

Sehari jelang pergantian tahun, petani jagung di Kelurahan Teratai RT 12 Kecamatan Muara Bulian kurang mendapat berkah.

Perayaan Malam Tahun Baru Dilarang Petani Jagung di Batanghari Keluhkan Hasil Penjualan Berkurang

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Musawira

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Peniadaan kegiatan dan mengundang kerumunan pada pergantian tahun, sangat berdampak terhadap keberadaan petani jagung di Kabupaten Batanghari.

Sehari jelang pergantian tahun, petani jagung di Kelurahan Teratai RT 12 Kecamatan Muara Bulian kurang mendapat berkah.

Pasalnya, warga dilarang berkegiatan yang mengundang kerumunan, dasarnya Surat Edaran nomor 99/HK/2020 yang diterbitkan Pemerintah Kabupaten Batanghari.

Baca juga: Karangan Bunga Bentuk Dukungan Memenuhi Mapolda Jambi Pasca Pemerintah Bubarkan FPI

Baca juga: BREAKING NEWS Hilang di Kuala Kerang, Seorang Nelayan Warga Kuala Tungkal Ditemukan Sudah Meninggal

Baca juga: Ramalan Keuangan Zodiak Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius dan Pisces di Tahun 2021

Dengan kondisi yang ada R Supriyadi (55) petani Jagung mengatakan, ia mengelola kebun jagung kurang lebih seluas 30 tumbuk, panenya bertahap. Namun, sudah dilakukan sejak 24 Desember lalu.

“Hasil panen saya jual satu kilogramnya Rp 7.000, dan di hari terakhir tahun, saya jual satuan dijual Rp 4.000,” kata Supriyadi, Jumat (1/1/2021).

Ia mengeluhkan biasanya mendekati pergantian tahun, permintaan jagung semakin tinggi.

Supriyadi (55) petani jagung di Kelurahan Teratai RT 12 Kecamatan Muara Bulian, Jumat (1/1/2021). Perayaan Malam Tahun Baru Dilarang Petani Jagung di Batanghari Keluhkan Hasil Penjualan Berkurang
 
Supriyadi (55) petani jagung di Kelurahan Teratai RT 12 Kecamatan Muara Bulian, Jumat (1/1/2021). Perayaan Malam Tahun Baru Dilarang Petani Jagung di Batanghari Keluhkan Hasil Penjualan Berkurang   (tribunjambi/musawira)

“Kemarin permintaan jagung standar saja, kurang lebih 50 kilogram terjual,” ujarnya.

Pembelinya perkelompok, menurutnya warga-warga Muara Bulian dominan, jarang pembeli dari warga luar yang melintas menuju ke Kota Jambi. Sangat jarang.

“Periode tahun lalu, tingginya permintaan jagung hingga melebih 75 kilogram pada 30-31 Desember 2019, karena tahun lalu berbeda dengan tahun ini,” ujarnya.

Baca juga: Promo Awal Tahun Alfamart Berlaku Jumat 1-3 Januari 2021, Beras 5 Kg Tebus Rp 58 Ribu & Cek Lainnya

Baca juga: Cuaca Ekstrem di Kuala Jambi, Nelayan Batasi Jangkauan Melaut 

Baca juga: BREAKING NEWS 464 Rumah di Kelurahan Jelutung, Kota Jambi Terendam Banjir, Tak Ada Korban Jiwa

Ia mengkhawatirkan sisa jagung yang belum dipanen ini, karena permintaan warga berkurang setelah pergantian tahun. 

“Saya harapkan pemerintah terkait membantu atas menyalurkan hasil tanaman jagung ini,” pungkasnya.

Penulis: A Musawira
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved