Minimalisir Perbedaan Data Penduduk, Dinas Dukcapil Kota Jambi Update Data Penduduk untuk Validasi

"Nah dengan melalui pemutakhiran data kependudukan yang dilakukan saat ini, diharapkan ada perubahan yang cukup baik. Perubahan cukup baik terkait dat

tribunjambi/rohmayana
Mulyadi Yatub, Kepala Dinas Dukcapil Kota Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ketidak seimbangan data penduduk antara realita dan sistem komputer masih terjadi di Kota Jambi. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jambi lakukan update data guna dapatkan data yang valid.

"Ya itu untuk kegiatan pemutakhiran data kependudukan," jelas Mulyadi Yatub, Kepala Disdukcapil Kota Jambi, Rabu (30/12/2020).

"Nah dengan melalui pemutakhiran data kependudukan yang dilakukan saat ini, diharapkan ada perubahan yang cukup baik. Perubahan cukup baik terkait data kependudukan pada database kependudukan Kota Jambi," lanjutnya.

Baca juga: Jelang Pergantian Tahun, Polres Batanghari Libatkan Seluruh Personel Untuk Pengamanan

Baca juga: Risma Blusukan ke Kolong Tol Pluit, Sebut Ini Cara Mengubah Nasib, Nanti Kita Buat Pecel Lele

Baca juga: Malam Tahun Baru, Pemkab Sarolangun dan Forkopimda Bakal Turun ke Lapangan Cek Kerumunan

Karena berdasarkan data yang tercatat oleh Dinas Dukcapil Kota Jambi, jumlah penduduk mencapai 618.814 orang.

Sedangkan jumlah penduduk yang tercatat pada Kartu Keluarga (KK) yaitu 183.448 orang.

Lebih lanjut, pendataan tersebut bekerjasama dengan jajaran kecamatan, kelurahan, RT seluruhnya sebagai mitra Dinas Dukcapil Kota Jambi.

Tujuannya yaitu untuk mendapatkan data kependudukan yang valid.

Kegiatan ini merupakan prorgam 2020 yang pelaksanaannya pada triwulan keempat.

Diharapkan nantinya Dinas Dukcapil Kota Jambi mendapatkan data balikan dari mitra tersebut. Tentunya yang didapat merupakan data yang akurat guna disinkronkan dengan data di sistem.

Sehingga akan mendptkan data kependudukan kota jambi yg akurat.

"Harapannya pada triwulan pertama 2021 data tersebut masuk ke Dinas Dukcapil Kota Jambi," katanya.

Mulyadi Yatub menjelaskan, data penduduk idealnya dinamis. Maksudnya setiap ada perubahan data seperti di dalam KK ada termuat domisili, status pendidikan, pekerjaan, perkawinan atau adanya penambahan atau pengurangan anggota keluarga maka penduduk wajib lapor.

Pelaporan gunanya untuk dilakukan penerbitan dokumen berdasarkan data terbaru.

"Hal seperti itu, pada kondisi saat ini masih sering kita jumpai. Data yang dipegang oleh penduduk dengan data statis," ungkapnya.

Padahal, sesuai aturan penyelenggaraan administrasi, kependudukan berdasarkan asas pelaporan.

Artinya penduduk wajib melaporkan setiap adanya perubahan data kependudukannya.

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved