Breaking News:

Begini Sanksi Sosial Pemasangan Stiker Bagi yang Telat Bayar Pajak di Kota Jambi

"Cepat kita menindak lanjuti misalnya seperti peringatan-peringatan seperti itu. Nanti ditempel stiker peringatan seperti itu," ujar Irfany Wijaya, Se

istimewa
Sanksi telat bayar pajak di Kota Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pembayaran pajak banyak terjadi pada 2020. Pemasangan stiker 'tanda belum bayar pajak' dilakukan untuk teguran sekaligus sanksi sosial.

Keterlambatan membayar pajak terbilang cukup banyak terjadi di Kota Jambi pada 2020, terutama pajak reklame.

"Cepat kita menindak lanjuti misalnya seperti peringatan-peringatan seperti itu. Nanti ditempel stiker peringatan seperti itu," ujar Irfany Wijaya, Sekretaris Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Jambi, Rabu (30/12/2020).

Baca juga: Gisel Buat Video Syur saat Masih Jadi Istri, Gading Bilang: Sabar & Ikhlas Itu Beda, Sekarang Lepas

Sudah sampai melewati batas jatuh tempo BPPRD mencegah supaya tidak semakin jauh keterbambatannya.

"Tujuannya supaya tidak semakin jauh loss-nya ya. Biasanya kalau sudah dilakukan penempelan, dengan begitu akan muncul pemiliknya. Ntah dari manapun dia tinggal, sekalipun dari luar Kota Jambi ataupun Provinsi Jambi, dia akan datang lalu membayar," kata Irfany.

Irfany menceritakan, kadang-kadang reklame yang ada di Kota Jambi tidak mesti berada di dekat tempat pemilik berada.

Baca juga: Dituding Selingkuh, Lucky Perdana Tunjukkan Buku Nikah Lidi Brugman, Talak Cerai Veronica Berulang

Biasanya, jika di pinggir-pinggir jalan ada bangunan reklame disewa. Misalnya suatu merek, ada panggung reklame dipasang.

Katanya, dengan membuat peringatan tersebut, pemiliknya akan cepat melakukan pembayaran pajak.

"Setelah dipasang stiker peringatan, ada yang dari Palembang, dari Jakarta mereka datang ke sini untuk menyelesaikan pembayaran pajak," ucapnya.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini 30 Desember 2020 Di Pegadaian, Emas Antam Merosot Rp 20.000 Emas UBS Tetap

"Media bangunan reklame ini kan punya pengusaha Kota Jambi nih. Lalu mereka bayar sewa untuk publikasi di situ," jelasnya.

"Misalkan saja Semen Padang, pihaknya pasang iklan di reklame yang lumayan besar yaitu 4x6 m. Pemiliknya bukan di Jambi itu. Nah pada saat mereka terlambat, lalu kita tempel stiker. Nanti akan ada pengurusnya di Jambi yang menginformasikan," tuturnya.

Setelah itu baru cepat melakukan pembayaran. Itu merupakan langkah-langkah persuasif untuk BPPRD Kota Jambi untuk ajak taat membayar pajak.

"Karena dengan pembongkaran, susah untuk dikomunikasikan. Jika sudah beberapa kali pemasaran stiker, barulah papan reklame dibongkar," jelasnya.

Penulis: Rara Khushshoh Azzahro
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved