Breaking News:

Beras Tanjabtim Telah Miliki Merk Sendiri, Tahan Lama Hingga 1,5 Bulan Tanpa Pengawet

Petani padi di Kabupaten Tanjabtim dapat menghasilkan padi hingga puluhan ton per bulannya.

Tribunjambi/Abdullah Usman
Musim Tanam, para petani di Kecamatan Rantau Rasau tengah bersiap untuk bercocok tanam padi. Para petani masih mengeluhkan serangan hama tikus yang menghantui. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Petani padi di Kabupaten Tanjabtim dapat menghasilkan padi hingga puluhan ton per bulannya.

Beberapa kecamatan di Kabupaten Tanjabtim ini menjadi sentral beras lokal program pemerintah.
Kabid Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Tanjabtim, Nandang Agus Salim menuturkan, untuk sentra penghasil beras terbesar di Kabupaten Tanjabtim ada di Kecamatan Nipah Panjang, Rantau Rasau, Berbak, Dendang, Muara Sabak Timur dan Kecamatan Geragai. Akan tetapi yang paling dominan yaitu di Desa Simpang Datuk," ujarnya, Selasa (29/12).

Lanjutnya, di tahun pertama program pemerintah ini ada kendala sumber beras, dalam arti belum stabil. Jadi pada bulan November, Desember, Januari agak susah mencari beras karena belum merata.

"Sekarang ini alhamdulilah sudah merata, jadi tidak susah lagi. Bahan bakunya mudah kita cari, dan harganya pun stabil," tuturnya

Program ini sempat mendapat keluhan dari konsumen, sebab beras ini tanpa bahan pengawet, tanpa pemutih dan murni. Jadi tidak bisa disimpan terlalu lama. Jika disimpan terlalu lama atau bila beras ini kondisinya lembab, maka akan berjamur.

"Tapi keunggulan beras kita lebih sehat. Untuk waktu normal beras ini mampu bertahan sampai sebulan, atau satu bulan setengah kualitas berasnya masih bagus," ujar Nandang.

Nandang juga mengungkapkan, untuk pengemasan beras ini pihaknya telah menunjuk dari pihak penyalur, akan tetapi dari sisi pendampingan kualitas, mutu dan jumlah pihaknya yang melakukan pengawasan.

Beras kita memiliki Cap Buah Nibung, itu sudah dapat nomor registrasi Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT). Dengan artian, beras ini sudah aman untuk dikonsumsi yang nantinya kita cantumkan dalam kemasan," ungkapnya.

"Kemarin dari 58 yang mengajukan ke Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) provinsi, hanya dua yang lolos, salah satunya yaitu Cap Buah Nibung dari Tanjabtim," pungkasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved