Berita Nasional

Kelompok Teroris Jamaah Islamiyah Incar Anak Pesantren Ranking 1 Hingga 10, Dijadikan Pemimpin Baru

Kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) mengincar anak cerdas dari pondok pesantren dengan ranking 1 hingga 10.

Editor: Rahimin
ISTIMEWA
Kadiv Humas Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono. Kelompok Teroris Jamaah Islamiyah Incar Anak Pesantren Ranking 1 Hingga 10, Dijadikan Pemimpin Baru 

Kelompok Teroris Jamaah Islamiyah Incar Anak Pesantren Ranking 1 Hingga 10, Dijadikan Pemimpin Baru 

TRIBUNJAMBI.COM - Kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) mengincar anak cerdas dari pondok pesantren dengan ranking 1 hingga 10.

Anak muda tersebut masuk target incaran dengan tujuan bisa melahirkan pemimpin baru di tubuh JI.

Hal itu dikatakan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono

"Target jaringan tersebut mendapatkan anak cerdas dengan ranking 1-10 di ponpes-nya untuk dijadikan pemimpin masa depan JI," ujar Argo dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/12/2020).

Baca juga: Sikap Tegas PKS Tetap Jadi Oposisi Pemerintah, Ahmad Syaikhu: Bukan Sekedar Oposisi Asal Beda Ya

Baca juga: Harga Tali Gantungan Masker Nagita Slavina Bikin Melongo, Netizen: Bisa Dapet Kemeja dan Celana!

Baca juga: PKS Targetkan Pilpres 2024 Usung Kader Sendiri Jadi Calon Presiden Ataupun Cawapres, Tapi

Ketika anak muda tersebut berhasil direkrut, mereka kemudian dibawa ke berbagai daerah di Jawa dan di luar Jawa.

Setiap perekrutannya, JI mempunyai kuota calon anggota sebanyak 10 sampai 15 anak muda.

Setelah berhasil direkrut, mereka dibawa ke sejumlah daerah di Jawa Tengah untuk menjalani pelatihan.

Adapun program latihan yang diterima anak muda ini berupa pelatihan menggunakan senjata api, pelatihan perbengkelan, pelatihan perakitan bom, pelatihan penyergapan yang mereka sebut sebagai pasukan khusus dengan seragam khusus.

Pasukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menggiring tahanan tersangka teroris menuju ke dalam pesawat di Bandara Radin Inten, Brantiraya, Lampung Selatan, Lampung, Rabu (16/12/2020).
Pasukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menggiring tahanan tersangka teroris menuju ke dalam pesawat di Bandara Radin Inten, Brantiraya, Lampung Selatan, Lampung, Rabu (16/12/2020). (Tribun Lampung/Deni Saputra)

Sejak 2013 hingga 2018, setidaknya mereka sudah berhasil mencetak tujuh angkatan dengan total 95 anak muda yang berhasil dijaring.

Argo menyampaikan, selama perekrutan dan pelatihan tersebut, banyak anggota Jemaah Islamiyah yang sudah dikirim ke Suriah dengan dana yang sudah disediakan JI.

"Setelah pelatihan disini, generasi muda ini selanjutnya dikirim ke Suriah untuk mendalami pelatihan militer dan perakitan senjata api serta bom. Mereka mempersiapkan generasi muda ini dengan tujuan untuk menjadi pemimpin masa depan jaringan ini (JI)," kata Argo.

Baca juga: Kisah Janda Muda Cantik Terjerumus Prostitusi, Bayaran Rp1,2 Juta Sekali Kencan

Baca juga: Bukan Papua, 3 Provinsi di Indonesia Ini Ternyata Biaya Hidupnya Paling Mahal, Ini Alasannya

Baca juga: SIAPA Komjen Agus Andrianto Calon Kuat Pengganti Jenderal Idham Azis, Banyak Pengalaman di Reskrim

Sebelumnya, Densus 88 Mabes Polri membongkar sasana atau pusat latihan kelompok  teroris Jemaah Islamiyah dalam sebuah vila berlantai dua di Semarang, Jawa Tengah.

Vila tempat latihan kelompok JI ini ditemukan saat Densus 88 membongkar aktivitas terorisme di Jawa Tengah.

Sekelompok anak muda ini dilatih menguasai bela diri dan persenjataan untuk menjalani simulasi penyerangan orang yang dianggap very very important person (VVIP).

Salah satu pelatih mereka adalah Joko Priyono alias Karso. Ia ditunjuk sebagai pelatih oleh amir atau pemimpin JI, Parawijayanto.

Karso ditangkap pada 2019 dan telah berstatus narapidana dengan masa hukuman 3,8 tahun penjara.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi: Kelompok Teroris JI Incar Murid Pesantren Cerdas Ranking 1-10

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved