Breaking News:

Berita Kriminal

5 Warga Jambi Jadi Tersangka Penyelundupan Baby Lobster Senilai Rp 13,1 Miliar, Ketua RT Jadi Saksi

5 dari enam 6 warga Jambi, yang terlibat kasus penyelundupan baby lobster, Senin (21/12/2020) lalu, resmi ditetapkan tersangka

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Rahimin
Aryo Tondang
Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Jambi berhasil gerebek rumah persinggahan sementara benih lobster atau benur, di kawasan Jalan Teuku Cik, Ditiro, Telanaipura, Kota Jambi, Selasa (22/12/2020) siang. 5 Warga Jambi Jadi Tersangka Penyelundupan Baby Lobster Senilai Rp 13,1 Miliar, Ketua RT Jadi Saksi 

5 Warga Jambi Jadi Tersangka Penyelundupan Baby Lobster Senilai Rp 13,1 Miliar, Ketua RT Jadi Saksi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Aryo Tondang

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - 5 dari enam 6 warga Jambi, yang terlibat kasus penyelundupan baby lobster, Senin (21/12/2020) lalu, resmi ditetapkan tersangka oleh Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Jambi.

Kelimanya ditetapkan sebagai tersangka, usai menjalani serangkaian pemeriksaan, hingga sejumlah barang bukti yang menguatkan para pemain bisnis baby lobster ilegal tersebut.

"Berdasarkan alat bukti dan petunjuk, kita sudah tetapkan 5 tersangka, sementara sisanya hanya sebagai saksi," kata Dirpolairud Polda Jambi, Kombes Pol Parhorion Lumban Gaol, Minggu (27/12/2020) siang.

Baca juga: Dikira Pengajian Rupanya Video Emak-emak Nobar Sinetron Ikatan Cinta, Simak Fakta Sebenarnya

Baca juga: Pengakuan Penggali Kubur Korban Covid-19, Sudah Makamkan 456 Jenazah, Ini Pesannya untuk Warga

Baca juga: Buah Melon Golden di Batanghari Berwarna Kemasan, Banyak Warga Belum Tahu Buah Jenis Apa

Hingga saat ini, kelima pelaku penyeludupan ratusan ribu beby lobster asal Jawa Barat tersebut masih mendekam di tahanan Subdit Gakkum Polairud Polda Jambi.

Sementara itu, HE (51), Ketua RT 11, Tengku Cik Diktiro, Telanaipura, Kota Jambi, yang sempat diduga terlibat dan diperiksa oleh petugas terkait penyeludupan baby lobster tersebut, tidak ditetapakan sebagai tersangka.

HE hanya menjadi saksi, terkait bisnis ilegal tersebut.  "Ketua RT sampai saat ini masih berstatus sebagai saksi," tambah Parhorion.

Ratusan ribu baby lobster diamankan dari dua bedeng di Kecamatan Telanaipura
Ratusan ribu baby lobster diamankan dari dua bedeng di Kecamatan Telanaipura (Tribunjambi/Aryo Tondang)

Diberitakan sebelumnya, Subdit Gakkum Polairud Polda Jambi gerebek rumah bedeng yang berada di kawasan RT 11, Tengku Cik Diktiro, Telanaipura, Kota Jambi tempat penangkaran sementara baby lobster, Selasa (22/12/2020).

Sebanyak 129 ribu ekor baby lobster senilai Rp 13,1 miliar yang berasal dari para nelayan di wilayah Jawa Barat, berhasil diamankan petugas.

Saat penggerebekan awal, sebanyak 6 pelaku, dibawa oleh petugas, untuk menjalani pemeriksaan, terkait bisnis ilegal tersebut.

Baca juga: Kisah ASN di Batanghari Yang Penyayang Hewan, Rela Rawat Kucing Liar dan Terlantar Yang Cacat Fisik

Baca juga: Ingat! Jangan Buat Kerumunan di Malam Tahun Baru, Jika Ada Langsung Dibubarkan Satgas Covid-19

Baca juga: Terkait Jalur Rempah Nusantara, Mencuat Wacana Ekskavasi Situs Makam Siti Hawa di Desa Lambur

Dalam rilisnya beberapa waktu lalu, Kapolda Jambi, Irjen Pol A Rachmad Wibowo mengapresiasi personilnya yang bekerja keras untuk memberantas dan menghentikan penyelundupan beby lobster tersebut.

Kurang dari dua pekan, Polda Jambi dan jajaran sudah tiga kali menggagalkan penyelundupan beby lobster, yang akan dikirim ke luar negeri melalui Provinsi Jambi.

"Saya apresiasi atas pengungkapan ini, sebelimnya Polres Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat juga berhasil mengungkap kasus ini," kata Rachmad, beberapa waktu lalu.

"Ini upaya kita untuk menyelamatkan beby lobster, agar tidak punah dari perairan kita," katanya.

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved