Korupsi Dana Desa

Tiga Terdakwa Kasus Korupsi Dana Desa pada Pekerjaan Jalan Usaha di Bungo Jalani Sidang Dakwaan

Tiga tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pembukaan dan perkerasan jalan usaha

Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Nani Rachmaini
Tribunjambi/Dedy Nurdin
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tiga terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi pembukaan dan perkerasan jalan usaha tani Dusun Peninjau, Kecamatan Bathin II Pelayang, Kabupaten Bungo.

Dakwaan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejari Bungo dalam sidang perdana yang berlangsung di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Senin (21/12/2020) kemarin. 

Pembacaan dakwaan oleh jaksa disampaikan dalam sidang yang digelar secara daring.

Dimana tiga terdakwa mengikuti sidang melalui jaringan video dari Lapas Muara Bungo.

Dakwaan dibacakan di hadapan Majelis Hakim PN Tipikor Jambi yang diketuai Yandri Roni, Hakim Adly dan Hakim Morailam Purba masing-masing selaku anggota. 

Ketiga terdakwa tersebut adalah Sulyadi W, Rio Dusun Peninjau, Zulkani dan Fauzi.

Ketiganya didakwa atas pelanggaran hukum sebagaimana diatur dalam pasal 2 Ayat (1) Junto pasal 18 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999. 

Yakni tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sebagaimana telah diubah dengan undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Junto pasal 55 Ayat (1) Ke 1 KUHP. 

"Atau dakwaan subsider sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 Jo Pasal 18 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," ucap JPU Kejari Bungo saat membacakan surat dakwaan. 

Pekerjaan pembukaan dan perkerasan jalan usaha tani Dusun Peninjau, Kecamatan Bathin II Pelayang, Kabupaten Bungo bersumber dari anggaran Dana Desa tahun 2019. 

Dalam dakwaan tersebut, terdakwa Zulkani disebut telah memperkara diri sendiri dan orang lain.

Yakni Zulyadi selaku Rip Dusun Peninjau dan Fauzi selaku pemborong. 

Baca juga: Rohimah Masih Cinta Ke Kiwil Buktinya Masih Mau Balikan, Tapi Harus Ceraikan Eva Bellissima

Baca juga: Makin ke Ujung Tahun 2020, Kasus DBD di Kabupaten Muarojambi Tunjukkan Tren Ini

Baca juga: XL Axiata Terus Siapkan Jaringan 5G, Uji Coba 4G/5G Dynamic Spectrum Sharing

Namun dalam pekerjaan tersebut ada pengelolaan anggaran yang tak dapat dipertanggung jawabkan hingga menjadi temuan yang merugikan keuangan negara 354 juta rupiah.

Temuan kerugian itu berdasarkan penghitungan yang dilakukan BPKP. 

Ketiga terdakwa sendiri telah ditahan di Lapas Kelas II B Muara Bungo sejak 11 Desember 2020 sampai dengan 30 Desember 2020. (Dedy Nurdin)

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved