Breaking News:

Berita Nasional

Anak Jokowi Terseret Kasus Korupsi Bansos? Namanya Muncul di Tempo, Andi Arief Minta KPK Klarifikasi

Pasalnya, dalam laporan berjudul 'Upeti Bansos untuk Tim Banteng' muncul nama putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka.

ist
Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) bersama putranya Gibran Rakabuming 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Nama anak Presiden Joko Widodo (Jokowi) diseret dalam kasus korupsi bansos. Hal itu terlihat dari Pemberitaan Majalah Tempo.

Dalam edisi terbaru Majalah Tempo membuat masyarakat terkejut.

Pasalnya, dalam laporan berjudul 'Upeti Bansos untuk Tim Banteng' muncul nama putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka.

Disebutkan dalam laporan tersebut, Gibran memberikan rekomendasi pengadaan kantong bantuan sosial diberikan untuk PT Sritex.

Padahal, sebelumnya, direncanakan pengadaan kantong bansos tersebut untuk pelaku UMKM.

Baca juga: Gibran Bantah Isu Proyek Bansos Juliari Batubara : Kalau Saya Mau Korupsi Kenapa Nggk dari Dulu?

Baca juga: Sritex Terima Order Tas Bansos dari Kemensos, Nilai Proyek Dirahasiakan, Benar Rekomendasi Gibran?

Baca juga: Gibran Membantah Tudingan Beri Rekomendasi ke Sritex Soal Bansos yang Jerat Juliari Batubara

Gibran, dalam laporan itu, diistilahkan sebagai 'anak pak lurah'.

Pak Lurah, menurut Tempo, mengacu kepada sosok Presiden Joko Widodo.

Dalam laporan itu juga Tempo mengungkap dugaan dana korupsi bantuan sosial Juliari Batubara mengalir untuk kepentingan partai politik, dalam hal ini PDI Perjuangan.

"Kalau benar Gibran ada dalam skema bancakan peggadaan bansos, Pak Jokowi semestinya tahu apa yang sekarang harus dia lakukan," tulis Andi Arief dalam akun Twitternya, dikutip Wartakotalive.com.

Andi Arief pun meminta supaya KPK memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang diterbitkan oleh Majalah Tempo tersebut.

"KPK perlu klarifikasi soal ini," imbuhnya.

Baca juga: Pose Amanda Manopo Pakai 3 Daster Lucu Ini di Sinetron Ikatan Cinta Mendadak Jadi Sorotan

Baca juga: Tidak Hanya Mahal, Raffi Ahmad Gunakan Teknologi ini untuk Bangun Rumahnya

Baca juga: EPISODE Ikatan Cinta 21 Desember 2020 Bahas Aldebaran dan Andin Bakal Cerai? Cantika Rebut Reyna

Trending topik

Ramainya perbincangan soal Gibran bahkan sempat menjadi tending topik Twitter Indonesia.

Tagar #TangkapAnakPakLurah telah dicuitkan hingga 31 ribu kali hingga Senin (21/12/2020) pukul 04.00.

Warganet meminta agar KPK menyelidiki dan melakukan pengembangan penyelidikan terkait dugaan korupsi yang dilakukan Juliari Batubara termasuk ke mana saja uang hasil korupsi mengalir.

Sementara itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) turut berkomentar terkait pemberitaan tersebut.

Mardani Ali Sera menuliskan dalam akun Twitternya, "Perlu keberanian @KPK_RI untuk mengusut tuntas. Dan perlu dukungan semua pihak kepada KPK untuk memberantas korupsi tanpa tebang pilih."

MAKI duga dana yang 'disunat' lebih besar

Sementara itu, Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) menduga setiap satu paket bantuan sosial (bansos) Covid-19 yang dikorupsi Menteri Sosial Juliari Peter Batubara sebanyak Rp33.000, bukan Rp10.000.

"Kalau berapa kira-kira gambarannya per paket yang dikorup, dugaannya dari hitung-hitunganku Rp28.000 ditambah Rp5.000 adalah Rp33.000," ujar Koordinator MAKI Boyamin Saiman kepada awak media, Kamis (10/12/2020).

Dalam konferensi pers pada Minggu (6/12/2020) dini hari, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Mensos Juliari diduga meminta jatah Rp10.000 dari nilai Rp300.000 per paket bansos.

Boyamin mengatakan, dugaan nilai yang dikorupsi Juliari melebihi angka Rp10.000. Dugaan itu ia telusuri dari survei harga barang yang beredar di pasaran.

Baca juga: Sinopsis Jodha Akbar Episode 95, Ruqaiya Berniat Mengadu Domba Salim dengan Orangtua Kandungnya

Baca juga: Gibran Membantah Tudingan Beri Rekomendasi ke Sritex Soal Bansos yang Jerat Juliari Batubara

Baca juga: Nikita Mirzani Mendapat Teror Pembunuhan : Gue Tau Plat Mobil Lu, Gue Tau lu Sering Kemana

"Jadi anggaran kan Rp300.000, terus dipotong Rp15.000 untuk transpor, Rp15.000 untuk tas goody bag. Jadi seakan-akan pemborong mendapatkan Rp270.000. Kalau berdasarkan barang yang ada di lapangan yang diterima masyarakat senilai Rp188.000. Jadi artinya dugaan yang dikorupsi adalah Rp82.000," jelas Boyamin.

Kata Boyamin, dalam program pengadaan bansos tersebut, pemenang tender boleh mengambil keuntungan maksimal hingga 20 persen. Menurutnya, 20 persen dari Rp270.000 itu Rp54.000.

"Dari selisih tadi, Rp82.000 dikurangi Rp54.000. Jadi kira-kira yang dikorup adalah per paket Rp28.000, itu untuk barang ya. Dan untuk goody bag juga ada sekitar Rp5.000 yang dikorup. Karena goody bag itu anggap saja harganya Rp 10.000 dari Rp 15.000. Jadi Rp28.000 ditambah Rp5.000 sekitar Rp33.000," jelas Boyamin.

"Berarti Rp23.000 tadi bisa saja untuk bancakan, ada yang ke pejabat, ada yang ke pemborong sendiri. Jadi pemborong mengambil untungnya lebih dari 20 persen. Karena apa? Selain dugaan untuk bancakan antara pemborong dan pejabat senilai Rp23.000 tadi, karena udah dipotong untuk Mensos Rp10.000," jelasnya lagi.

Menyikapi temuan MAKI, Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan pihaknya akan mendalami informasi itu. Caranya lewat pemeriksaan saksi dalam proses penyidikan kasus ini.

"Seluruh data dan informasi terkait pengadaan bansos tersebut tentu akan di dalami dan digali dari keterangan para saksi yang akan dihadirkan dalam proses penyidikan tersebut," kata Ali lewat pesan singkat, Kamis (10/12/2020).

Juliari P Batubara diduga bersama-sama Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono menerima suap dari Ardian I M dan Harry Sidabuke. Diduga Juliari P Batubara menerima uang suap dengan total Rp17 miliar melalui orang kepercayaannya.

Baca juga: Harga Daging Ayam Potong di Pasar Sengeti Naik, Pedagang Mengeluhkan Sepi Pembeli

Baca juga: Anwar Sadat-Hairan Menang di Pilkada Tanjabbar, Muklis-Supardi Belum Tentukan Arah Gugat ke MK

Baca juga: VIDEO Dishub Kota Jambi Tambah Tujuh ATCS Baru, Traffic Light Diatur Lewat COC

IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Nama Gibran Muncul di Laporan Tempo tentang Korupsi Bansos, Andi Arief Minta KPK Klarifikasi,

https://wartakota.tribunnews.com/2020/12/21/nama-gibran-muncul-di-laporan-tempo-tentang-korupsi-bansos-andi-arief-minta-kpk-klarifikasi?page=all

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved