Breaking News:

Pilkada Jambi

Partisipasi Pemilih di Sarolangun Saat Pilgub Jambi Lalu Cuma 66 Persen

Tingkat partisipasi Pemilihan gubernur Jambi di kabupaten Sarolangun hanya 66. 27 persen dari jumlah keseluruhan

Penulis: Rifani Halim | Editor: Rahimin
Tribunjambi/rifani halim
Suasana pemilihan Gubernur Jambi di Sarolangun, Rabu (9/12/2020) 

Partisipasi Pemilih di Sarolangun Saat Pilgub Jambi Lalu Cuma 66 Persen

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rifani Halim

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Tingkat partisipasi Pemilihan gubernur Jambi di kabupaten Sarolangun hanya 66. 27 persen dari jumlah keseluruhan.

M Fakhir, ketua KPU Sarolangun mengatakan, masyarakat yang tidak menggunakan hak pemilihan pada Pemilihan Gubernur Jambi sebesar 33.73 persen.

Ia mengatakan, tidak tahu jelas kenapa partisipasi masyarakat dalam ajang Pilgub Jambi 2020 berkurang dari pada pemilihan legislatif 2019.

Baca juga: Promo KFC Desember 2020, 9 Potong Ayam Mulai Dari Rp 104.545 Aja!

Baca juga: Mobil Bekas yang Harganya Turun Drastis - Honda Civic dan Honda HR-V, Seken Mulai Rp 100 Jutaan

Baca juga: Detik-detik Habib Rizieq Dikuntit Drone

"Kalau penyebab kita juga tidak tahu, tapi kita sudah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat, seluruh Sekmen sudah kita datangi, baik pemula hingga majelis taklim, disabilitas, suku anak dalam, tokoh masyarakat, pemuda dan OKP," kata Fakhri.

Pihaknya juga melakukan sosialisasi menggunakan melalui sosial media KPU Sarolangun hingga website KPU.

"Kalau terkait takut, tidak takutnya masyarakat dengan Covid-19 itu ada orang yang ahlinya untuk mengetahui , itu biasa ada penelitiannya," ungkap Fakhri.

Baca juga: Cuma Hari Ini Promo Transmart Carrefour Weekday 11-17 Desember 2020, Ayam Buah Sayur Cake Tas Koper

Baca juga: Ridwan Kamil dan Mahfud MD Perang di Twitter dan Saling Sindir, HRS Terseret Sampai Dipesan Begini

Baca juga: Unggul Real Qount KPU, Pasangan Haris-Sani Dibanjiri Ucapan Selamat dari Warga Merangin

Jelas Fakhri, pada sifatnya KPU menyediakan dan KPU tidak boleh memaksakan orang untuk mengunakan hak pilih, apa lagi melarang orang untuk mengunakan hak pilih.

"Terkait kesadaran masyarakat, kita tidak mengetahui itu, yang jelas kita sudah maksimal dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved