Breaking News:

Pilkada Jambi

Hasil Real Count C1 KPU Haris-Sani Unggul, Ini Kata Direktur Media Center CE-Ratu Munawaroh

Real count C 1 Pilgub Jambi 2020 sudah final. Suara masuk di real count C 1 Pilgub Jambi di 11 kabupaten dan kota sudah 100 persen

Tribunjambi/hendro herlambang
Direktur Media Center CE-Ratu, Desy Arianto. Hasil Real Count C1 KPU Haris-Sani Unggul, Ini Kata Direktur Media Center CE-Ratu Munawaroh 

Hasil Real Count C1 KPU Haris-Sani Unggul, Ini Kata Direktur Media Center CE-Ratu Munawaroh

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI  -  Real count C 1 Pilgub Jambi 2020 sudah final. Suara masuk di real count C 1 Pilgub Jambi di 11 kabupaten dan kota sudah 100 persen.

Berdasarkan update data real count KPU di situs https://pilkada2020.kpu.go.id pukul 09.58 WIB, Rabu (16/12), pasangan nomor urut 3 itu unggul tipis atas pasangan nomor urut 1, Cek Endra-Ratu Munawaroh.

Dari 100 persen data masuk yang sudah diunggah, Haris-Sani memperoleh 597.518 atau 38,1 persen suara. Sementara itu CE-Ratu memperoleh 585.400 atau 37,3 persen suara, dan pasangan nomor urut 2 Fachrori Umar-Syafril Nursal memperoleh 385.312 atau 24,6 persen suara.

Baca juga: Aparat Keamanan Mulai Disiagakan, Jaga Pleno Hasil Pilkada Tanjab Barat dan Pilgub Jambi

Baca juga: Ungguli Paslon Lain, Al Haris : Jika KPU Tidak Menetapkan Saya Bukan Pemenang, Saya Ikhlas

Baca juga: Bukan Kapolda Metro Jaya, Ini Anak Buah Kapolri Idham Aziz yang Jadi Sorotan di Kasus Laskar FPI

Haris-Sani menang di Merangin, Muaro Jambi, dan Kota Jambi. Sementara itu CE-Ratu menang di Sarolangun, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, dan Tebo. Adapun Fachrori-Syafril menang di Kerinci, Bungo, dan Sungai Penuh.

Menanggapi hasil real count C1 ini, Direktur Media Center CE-Ratu, Desy Arianto mengatakan, jika berkaca pada hasil quick count dan data tabulasi internal model form C1, CE-Ratu menang dengan selisih 0.4 persen dari kandidat lain dari data yang masuk 99 persen.

Saat ini kata dia, real count KPU masih berlangsung di tingkat kecamatan dan kabupaten, dan data itu terus bergerak, ada banyak perubahan yang terjadi, kadang naik kadang turun.

Baca juga: Rizal Ramli Kecewa Acara ILC TV One Dihentikan, Sampai Gus Dur dan BJ Habibie Ikut Disinggung Begini

Baca juga: Siapa Karen Nijsen yang Cium Mesra Gading Marten? Terpaut 18 Tahun, Model Cantik Ini Siap Dinikahi?

Baca juga: Pleno Rekapitulasi Hasil Pilkada Batanghari dan Pilgub Jambi Kondusif, Saksi 3 Paslon Hadir Semua

“Bisa jadi ada perubahan data yang diinput, silakan dipercaya tapi tidak untuk diyakini, karena data itu bukan data resmi dan itu tidak bisa dijadikan dasar,” ujar Desy, Rabu (16/12/2020).

Karena menurut Desy, data yang dijadikan dasar adalah hasil pleno KPU yang rekapitulasinya dimulai dari tingkat kecamatan, kabupaten dan provinsi.

Perwakilan dari Tim pasangan calon Gubernur Jambi Nomor urut 01, CE-Ratu Munawaroh keberatan dengan penghitungan suara oleh PPK Telanaipura. 
Perwakilan dari Tim pasangan calon Gubernur Jambi Nomor urut 01, CE-Ratu Munawaroh keberatan dengan penghitungan suara oleh PPK Telanaipura.  (tribunjambi/Hendro Herlambang)

“Jadi keputusan KPU itulah yang dinyatakan sah hasil dari rekapitualasi penghitungan suara, itu yang akan menjadi pedoman atau dasar hukum,” katanya.

Bagaimana jika pasangan CE-Ratu kalah atau sebaliknya memenangi kontestasi Pilgub ini? Desy mengatakan, pihaknya terlebih dahulu memastikan hasil dari keputusan KPU. 

"Pada posisi seperti ini bisa jadi menggugat atau bisa jadi digugat. Yang jelas pasangan CE-Ratu tetap akan melakukan hal–hal konstitusional,” pungkasnya.

Penulis: HR Hendro Sandi
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved