Breaking News:

Berita Tanjab Timur

Mau Lihat Puluhan Jenis Burung Langka Dari Penjuru Negeri Berkumpul? Datang ke Pantai Cemara

Pecinta satwa langka, pada Desember ini menjadi momen pas untuk menikmati burung migran Pantai Cemara di Kecamatan Sadu

tribunjambi/abdullah usman
Burung migran saat berada di Pantai Cemara di Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.  

Ketika Puluhan Jenis Burung Langka Dari Penjuru Negeri Berkumpul di Pantai Cemara

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Abdullah Usman 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pecinta satwa langka, pada Desember ini menjadi momen pas untuk menikmati burung migran Pantai Cemara di Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur

Burung langka yang singgah di Pantai Cemara tersebut, setiap tahunnya selalu singgah di pantai Timur Jambi tersebut, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan mereka ke negara tujuan untuk imigrasi.

Setidaknya kurang dari 72 jenis burung migran saat ini mulai memadati pantai cemara. Di mana, burung burung tersebut terindikasi menjadi beberapa jenis burung.

Baca juga: Mobilitas Masyarakat Batanghari Tinggi Saat Pandemi Covid-19, Harus Disiplin Protokol Kesehatan

Baca juga: CPNS 2021 Dipastikan Dibuka, Ada Kuota Guru 1 Juta, Cepat Siapkan Berkas Ini dari Sekarang

Baca juga: Cari Dua Korban Hanyut di Sungai Ilir Merangin, Tim Basarnas Harus Jalan Kaki Selama 4 Jam

Terdapat empat Jenis burung yang sudah diketahui saat ini, yakni burung air sebanyak 31 jenis, burung hutan 30 jenis, dan 27 lainya jenis burung pantai ditambah 11 jenis lagi burung laut.

Saat dikonfirmasi Kepala Disbudparpora Tanjabtim, Dedy Armadi mengatakan, hingga saat ini lokasi sekitar tempat berkumpulnya burung migran tersebut masih belum dilakukan pengembangan atau pendukung guna kunjungan. 

"Salah satu alasannya lokasi tersebut sengaja dibiarkan alami, jika memang akan dibuat obyek wisata itu bisa. Namun, harus berjarak radius 2 kilometer dari titik lokasi berkumpulnya burung, tujuannya agar tidak mengganggu keberadaan burung tersebut," jelas Dedy, Jumat (11/12/2020).

Burung migran saat berada di Pantai Cemara di Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. 
Burung migran saat berada di Pantai Cemara di Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.  (tribunjambi/abdullah usman)

Kata Dedy, wacana tersebut masih belum ada pembahasan lebih lanjut. Hanya saja, untuk akses jalan masih akan disusun rencana aksi bersama pihak terkait kabupaten dan provinsi. Dalam sebuah Forum Kolaborasi ekosistem esensial melalui sektor BKSDA.

Saat ini, kondisi akses infrastruktur menuju lokasi Pantai Cemara memang cukup parah.

Jika saat musim hujan tingkat kesulitan semakin tinggi mengingat jalan yang masih berupa tanah lumpur. Ditambah fasilitas pendukung di lokasi masih sangat minim.

Baca juga: Lowongan Kerja Kalbe Nutritionals Menerima Lulusan SMA dan S1, Tersedia 7 Posisi

Baca juga: 33 Tahun Jadi PNS, Plt Lurah Muara Bulian Ini Ternyata Dulunya Tenaga Honorer di Kantor Bupati

Baca juga: Mardani Ali Sera Kecewa Rizieq Shihab Ditahan, Politisi PKS Minta Semua Pihak Lakukan Ini

"Untuk diketahui jumlah burung migran di Pantai Cemara sendiri lebih sedikit jika dibandingkan dengan di taman nasional TNBS (Palembang). Akan tetapi, jumlah jenisnya lebih banyak di Pantai Cemara termasuk burung yang sempat dinyatakan punah," jelas Dedy.

Sebelumnya Kepala Desa Pantai Cemara Syawal, saat dikonfirmasi Tribunjambi.com menjelaskan, saat ini kondisi burung burung migran di Pantai Cemara tersebut jumlahnya masih cukup banyak masih di angka ribuan.

Ribuan ekor burung migran dari belahan dunia berkumpul di kawasan Pantai Cemara, Desa Sungai Cemara, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjab Timur, Jambi, Selasa (10/12/2019)
Ribuan ekor burung migran dari belahan dunia berkumpul di kawasan Pantai Cemara, Desa Sungai Cemara, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjab Timur, Jambi, Selasa (10/12/2019) (Tribun Jambi/Abdullah Usman)

"Memang, burung-burung tersebut ada yang sudah mulai terbang. Namun, ada pula yang baru datang, perkiraannya burung burung ini akan silih berganti hingga April mendatang," ujarnya. 

Dikatakannya, pengunjung yang ingin melihat secara langsung burung langka dunia (trinil Nordmann) yang populasi di dunianya saat ini hanya sekitar ratusan ekor saja. Berdasarkan presentase terbesar banyak ditemukan disini dan diperkirakan ada di pantai cemara. 

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved