Breaking News:

Berita Jambi

Diskusi Bersama AJI Kota Jambi, Walhi Beberkan Hasil Temuan Restorasi Gambut, Ternyata Ini Hasilnya

Diskusi Bersama AJI Kota Jambi, Walhi Beberkan Hasil Temuan Restorasi Gambut, Ternyata Ini Hasilnya

IST
Diskusi AJI Kota Jambi bersama Walhi Jambi, Sabtu (12/12/2020) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jambi, melaporkan hasil temuan restorasi gambut perusahaan yang ada di Provinsi Jambi.

Dari delapan perusahaan yang dipantau sejak Agustus hingga November 2020, Walhi menemukan perusahaan yang tidak memiliki skat kanal, untuk pengendali Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Perusahaan tersebut mulai dari perkebunan kelapa sawit, Hutan Tanaman Industri dan perusahaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH).

"Dari 8 perusahaan ini persoalannya sama, tidak merestorasi gambut dan masih menanam di kawasan gambut dalam (peat dome)," kata Dwi Nanto, Manajer Program Walhi Jambi, dalam diskusi bersama AJI Kota Jambi, Sabtu (12/12/2020).

Baca juga: BRG Gunakan Data Indikasi Pembukaan Gambut untuk Peringatan Dini

Baca juga: Walhi Ingin Gubernur Selanjutnya Berani Terbitkan Rekomendasi Pengurangan Izin

"Juga setelah kebakaran, perusahaan masih menanami sawit kembali. Seharusnya dalam regulasi harus dipulihkan karena kewajiban restorasi sudah ada diregulasi," jelas Dwi.

"Laporan ini nanti akan kami serahkan ke pemerintah," tambahnya.

Dari hasil temuan itu, Walhi memberikan catatan khusus. Di antaranya kebakaran lahan yang terjadi di Jambi khususnya masih didominasi izin perusahaan. Bahkan perusahaan masih mengalami kebakaran yang berulang setiap musim kemarau.

Baca juga: Ketua DPRD Minta Pemprov Jambi Selesaikan Rehab Gedung VIP Rumah Sakit Raden Mattaher

Baca juga: HITUNG CEPAT Sirekap KPU Pilkada Jambi Terbaru: 64,29 %, Al Haris-Sani Unggul 1 Persen dari CE-Ratu

Selanjutnya dalam diskusi itu, Walhi menyatakan bahwa masih ada wilayah gambut di Provinsi Jambi yang seharusnya menjadi perhatian serius, karena mengalami kerusakan dan belum dilakukan restorasi.

"Munculnya kembali wilayah kebakaran di area perusahaan membuktikan bahwa sampai saat ini upaya penegakan hukum masih lemah dan upaya restorasi yang gagal," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris AJI Kota Jambi, Riki Ahmad Sufrian menyambut baik diskusi yang digelar tersebut. Menurutnya, banyak bahan hasil diskusi untuk dikembangkan menjadi liputan-liputan yang mendalam dan investigasi.

Sejauh ini kata Riki, anggota AJI banyak juga yang konsen terhadap liputan isu lingkungan. Dengan diskusi ini jurnalis dapat memahami dan menggali ide liputan isu lingkungan.

"Banyak kawan-kawan anggota AJI yang selalu dapat fellowship (beasiswa liputan) soal isu lingkungan. Jadi, ke depan kita berkolaborasi dengan Walhi untuk liputan investigasi," bilang Riki.(Tribunjambi.com/ Hendro Sandi)

Penulis: HR Hendro Sandi
Editor: Deni Satria Budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved