Breaking News:

Satu Oknum Perwira dan Brigadir Polisi, Pecatan Brimob Rampok Truk, 1 Anggota DPRD Jadi Penadah

Dua oknum  polisi dan anggota DPRD terlibat perampokan truk angkut kompos di Lampung. Mereka berhasil diringkus Polresta Bandar Lampung.  

Tri Purna Jaya/Kompas.com
Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Yan Budi Jaya. Satu Oknum Perwira dan Brigadir Polisi, Pecatan Brimob Rampok Truk,1 Anggota DPRD Jadi Penadah 

Satu Oknum Perwira dan Brigadir Polisi dan Anggota DPRD Rampok Truk Angkut Kompos, Ini Peran Mereka 

TRIBUNJAMBI.COM - Dua oknum  polisi dan anggota DPRD terlibat perampokan truk angkut kompos di Lampung. Mereka berhasil diringkus anggota Polresta Bandar Lampung.  

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Yan Budi Jaya masih menunggu hasil pemeriksaan dua anggotanya yang diduga terlibat perampokan truk pengangkut kompos.

Yan Budi membenarkan, dua orang polisi yang namanya terseret dalam kasus itu adalah anggota kepolisian yang bertugas di Polresta Bandar Lampung.

Baca juga: Melihat Potensi Kemenangan Anak & Menantu Presiden, Anak Wapres Serta Keponakan Prabowo, Bisa Kalah?

Baca juga: Harga Emas Jelang Siang Ini (8/12) di Pegadaian, Emas Antam Rp 1.921.000 Emas UBS Rp 941.000

Baca juga: Fadli Zon Kena Teror Usai Minta Kapolda Metro Jaya Bertanggung Jawab, Lapor ke Mahfud MD

Keduanya adalah Ipda YML dan Bripka HDR yang bertugas di Unit Paminal Polresta Bandar Lampung.

Dua orang polisi ini diduga terlibat perampokan truk pengangkut kompos yang terjadi di Jalan Dr Sutami, Tanjung Bintang pada 30 November 2020 kemarin.

"Kami masih berkoordinasi dengan Polres Lampung Selatan terkait hal tersebut. Dua anggota saya itu saat ini masih berstatus sebagai saksi," kata Yan Budi di Mapolresta Bandar Lampung, Senin (7/12/2020) sore.

Yan Budi menambahkan, pihaknya belum bisa memberikan tindakan apa pun, termasuk sanksi kepada kedua orang polisi tersebut.

Menurut Budi, pihaknya menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan Polres Lampung Selatan dan Polsek Tanjung Bintang untuk kepastian hukum.

"Masih saksi, dan belum diperiksa. Jadi kami tunggu hasilnya. Jadi belum bisa diputuskan apa pun," kata Yan Budi.

Halaman
12
Editor: Rahimin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved