Breaking News:

Tersangka Pembagian Beras dan Kaos Kampanye akan Dilimpah ke PN Jambi

Penyidik Polda Jambi melimpahkan berkas perkara berikut tersagka ke Kejaksaan Tinggi Jambi Senin (7/12/2020).

Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Hendro Sandi
Lexy Fatharany, Kasi Penkum Kejati Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Berkas perkara tersangka kasus dugaan tindak pidana Pemilu berinisial NF memasuki proses tahap II penegakan hukum.

Penyidik Polda Jambi melimpahkan berkas perkara berikut tersagka ke Kejaksaan Tinggi Jambi Senin (7/12/2020).

Seperti diterangkan Lexy Fatharani Kasi Penkum Kejati Jambi, NF ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pemilu.

Pada 30 Oktober 2020 lalu ia membagikan beras kepada masyarakat di Desa Tanjung Pauh, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.

Baca juga: Empat Kurir 19 Kg Sabu Asal Batam Masih Mendekam di Rutan Polda Jambi

Baca juga: Update Terbaru Garena Free Fire, Kedatangan Mega Bintang Sepak Bola hingga Even Teranyar

Baca juga: Pedagang Bakso Keliling di Kota Jambi dan Pelaku Penendang Iwan Sepakat Berdamai

Pembagian sembako tersebut menurut keterangan Kasi Penkum Kejati Jambi disertai dengan penyerahan baju kaos, masker dan poster serta pemasangan alat peraga kampanye berupa spanduk dari pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jambi nomor urut 2.

Dalam laporan yang diterima kepolisian juga diterangkan kalau tersangka NF memberikan bantuan tiang listrik pada warga di Kampung Flores, Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi pada tanggal 5 November 2020.

Pada kegiatan tersebut juga disertai penyerahan bahan kampanye berupa baju kaos, masker dan poster.

"Hari ini (Senin.red) dilaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti atas nama Nur Faisal (NF)," kata Lexy Fatharani.

Tersangka saat ini masih menjalani proses penahanan di Mapolda Jambi. NF disangkakan melakukan tindak pidana pemilu.

Sebagai mana dalam pasal 73 ayat (4) junto pasal 187 huruf a UU nomor 10 tahun 2016 tentang pemilihan gubernur, bupati dan walikota.

"Sudah dilakukan penahanan maksimal 10 ari akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jambi," pungkas Lexy.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved