Breaking News:

Musibah Banjir

Ada Permukiman di Muarojambi Terisolir Akibat Banjir

Dampak luapan air Sungai Batanghari di Kabupaten Muarojambi membuat beberapa desa yang berada di bantaran sungai digenangi banjir.

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Fifi Suryani
tribunjambi/hasbi sabirin
Kondidi rumah di Muarojambi yang terdampak banjir. saat ini, ratusan rumah empat Kecamatan di Muarojambi terdampak banjir, bahkan ada yang sudah terisolir. 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Dampak luapan air Sungai Batanghari di Kabupaten Muarojambi membuat beberapa desa yang berada di bantaran sungai digenangi banjir.

Ratusan rumah di empat kecamatan di Muarojambi terdampak banjir. Bahkan, ada yang sudah terisolir.

Di Kecamatan Sekernan misalnya, beberapa desa sudah dikepung banjir, bahkan nyaris terisolir lantaran ketinggian air sudah mencapai dada orang dewasa. Puluhan rumah di Desa Suak Putat dan Desa Pulau Kayu Aro yang sudah terendam banjir.

Sama halnya di Dusun Srigadis Desa Suak Putat Kecamatan Sekernan juga satu RT dikepung banjir hingga terganggu aktivitas dan kegiatan sehari-hari warganya.

"Banjir sudah merendam rumah warga di satu RT, tepatnya di RT 01 Dusun Srigadis, dari data yang kita himpun saat ini ada 22 rumah warga yang terendam air dengan ketinggian mencapai dada orang dewasa. Sehingga aktivitas warga menjadi terganggu," sebut Didik, Sekdes di Desa Suak Putat, Minggu (6/12).

Dari data yang tribun himpun, selain puluhan rumah warga di Desa Suak Putat dan Desa Pulau Kayu Aro pun terdapat ratusan rumah terdampak banjir dan puluhan lainnya terendam banjir, dan ketinggian air di sana mencapai lebih dari satu meter.

"Sedikitnya sampai saat ini rumah yang terendam banjir sekitar 53 unit, kalau rumah yang terdampak itu ada 389 rumah," kata Hikmah, Kepala Desa Pulau Kayu Aro.

Kondisi ini tentu menggangu aktivitas warga di sana. Namun, apa hendak dikata, banjir ini sepertinya sudah menjadi langganan satiap tahunnya.

"Tentu kita berharap ada solusi, meskipun sudah menjadi langganan banjir tiap tahunnya, solusi tersebut seperti dibangun turap agar banjir tak sebesar ini," kata Hikmah.

Selain itu, mereka berharap perhatian dari pemerintah. Lantaran banjir, penghidupan sehari-hari warga di sana tentu terganggu. Warga kesulitan beraktivitas mencari rezeki.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved