Breaking News:

Berita Tanjab Timur

167 Rumah Di Kecamatan Berbak Mulai Terdampak Banjir, Warga Takut Tinggalkan Rumah

Lima desa dan satu Kelurahan di Kecamatan Berbak mulai terdampak banjir, ketinggian air mencapai 5,20 Meter.

tribunjambi/abdullah usman
Kondisi satu daerah di Tanjab Timur yang tergenang banjir. Saat ini 167 Rumah Di Kecamatan Berbak Mulai Terdampak Banjir, Warga Takut Tinggalkan Rumah 

167 Rumah Di Kecamatan Berbak Mulai Terdampak Banjir, Warga Takut Tinggalkan Rumah

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Lima desa dan satu Kelurahan di Kecamatan Berbak mulai terdampak banjir, ketinggian air saat ini mencapai 5,20 Meter.

Camat Berbak, M Yani saat dikonfirmasi via telepon mengatakan, hampir seluruh wilayah di Kecamatan Berbak tersebut terendam banjir

"Banjir kali ini merendam Lima Desa dan Satu Kelurahan yang ada di Kecamatan berbak. Untuk saat ini dari hasil pemantauan alat pengukur, ketinggian air mencapai 5,20 meter. Normalnya ketinggian air di wilayah ini yaitu 3,8 meter," ujarnya, Senin (7/12/2020).

Baca juga: Penyakit Misterius Muncul, Ratusan Orang Dilarikan ke Rumah Sakit; Gejala Mual Hingga Kejang

Baca juga: Hambatan Besar Distribusi Logistik di Batanghari Ada di 4 Kecamatan Ini, Ada Yang Harus Perahu

Baca juga: Kemarahan Ahok Dengar Kabar Gaji dan Tunjangan DPRD DKI Akan Naik, Buru-buru Panggil Sosok Ini

Dikatakannya pula, dari hasil pendataan sementara yang diterimanya, ada sekitar 167 rumah di Kecamatan ini yang terendam banjir.

Tapi, data tersebut bisa saja berubah sewaktu-waktu, sebab banjir ini masih dipengaruhi pasang surut air laut.

"Banjir ini sudah terjadi sejak beberapa hari yang lalu, yakni Sabtu (5/12/2020) dan hari ini. Kami juga sudah menginstruksikan pihak terkait di Kecamatan Berbak untuk mendirikan tenda pengungsian," jelasnya.

"Kami juga sudah melaporkan hal ini kepada pihak BPBD dan Dinas Sosial. Secepatnya masalah ini juga akan ditanggulangi oleh mereka," sambungnya.

Lanjut Yani, sebagian masyarakat ada juga yang masih bertahan di rumahnya dengan alasan kondisi air terkadang surut dan ada pula yang takut kalau meninggalkan rumahnya dengan keadaan kosong, karena dikhawatirkan barang-barang berharga termasuk hewan ternak mereka dicuri orang.

"Sebagian ada yang mengungsi ke rumah tetangga sekitar yang tidak terkena banjir. Kami meminta kepada masyarakat agar tidak melepas hewan ternaknya, karena dikhawatirkan akan berdampak buruk nantinya," tuturnya.

Imbauan dari pihak terkait juga terus sampaikan ke masyarakat terkait bahaya banjir dan bahaya hewan-hewan liar yang keluar ke pemukiman karena rendaman banjir di wilayah ini. Karena dari laporan yang terima, hewan liar sudah mulai berkeliaran seperti ular, lipan, kalajengking dan berbahaya lainnya.

Baca juga: Feng Shui Warna Keberuntungan 2021 di Tahun Kerbau Logam, Babi Pakai Pink Kuning Hijau

Baca juga: PDAM Tirta Mayang Kota Jambi Siap Melayani Bantuan Air Bersih Untuk Daerah Banjir

Baca juga: Aurel Mendadak Istighfar Lihat Rambut Atta Halilintar Tak Biasa,Putri Krisdyanti Syok: Ini Korengan!

"Kemarin saya juga sempat komunikasi dengan pihak Provinsi, saat ini di Jambi air masih tinggi, yang ditakutkan kita menjadi lokasi limpahan. Sebab di wilayah kita ini terdapat Tiga simpang sungai besar yang sewaktu-waktu dapat mengakibatkan banjir kiriman," ungkap Yani.

"Kita juga akan melakukan patroli malam guna memberikan rasa nyaman kepada masyarakat dan bisa dengan cepat memberikan pertolongan apabila dibutuhkan," pungkasnya.  

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved