Breaking News:

Berita Jambi

Berkunjung ke Jambi, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Janjikan Peremajaan Karet Petani

Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo berkunjung ke Jambi, Jumat (4/12/2020). Pak Menteri meninjau pabrik karet

Penulis: Zulkipli | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI/ZULKIFLI AZIS
Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo berkunjung ke Jambi, Jumat (4/12/2020). Pak Menteri meninjau pabrik karet dan sawit di daerah Seberang Kota Jambi dan Muarojambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo berkunjung ke Jambi, Jumat (4/12/2020). Pak Menteri meninjau pabrik karet dan sawit di daerah Seberang Kota Jambi dan Muarojambi.

Syahrul menyebut komoditi karet adalah komoditi yang pasar ekspornya terbuka untuk seluruh dunia, dan perkebunanya lebih banyak dikuasai oleh petani bukan perusahaan. 

"Kalau begitu ini adalah pilar yang pasti bisa menjamin hadirnya ekonomi yang bertumbuh dengan baik, kalau kita tata dari hulu ke hilir makin baik," katanya, usai berkeliling melihat pengolahan karet di PT Jambi Waras, Jumat siang (4/12/2020).

Menurut Mentan industri karet di Jambi telah berjalan dengan baik walaupun baru mengirim olahan karetnya keluar.

Selain itu kata Syahrul, umur sebagian tanaman karet-karet petani sudah banyak yang tua diatas 20 bahkan ada 50 tahun. Oleh karena itu dibutuhkan budidaya karet yang baru.

Baca juga: ARTI Mimpi Suami Poligami Atau Menikah Lagi, Apakah Menjadi Pertanda Buruk? Simak di Sini

Baca juga: Chord Gitar dan Lirik Lagu Maaf dari Surga - Element, Maafkan Bila Aku Tiada Lagi di sisi

Baca juga: Daftar Harga HP Samsung Terbaru Hari Ini 4 Desember 2020, dari Seri Galaxy Note hingga Seri A

"Oleh karena itu saya bersama Pak Wali Kota, Pak Gubernur, Dinas Perkebunan maupun Dirjen Perkebunan akan melakukan rembuk, kita akan melakukan budidaya, bagaimana melakukan replanting atau meremajakan karet lebih baik."

"Saat replanting apa yang masyarakat bisa tanam sambil menunggu tanamanya tumbuh tinggi. Mungkin menanam jagung atau lain," sebutnya.

Untuk mewujudkan itu, kata Menteri membutuhkan modal yang kuat.

"Dan saya mendapat perintah dari pak presiden untuk menyiapkan skema-skema permodalan yang lebih khusus," sambungnya.

Mentan menyèbut karet Indonesia saat ini kalah dengan negara Thailand dan Vietanam. Oleh karena itu tiga besar harus dipertahankan, kalau bisa lebih bagus dari mereka. Secara kualitas dan kuantitas kita kalah, ini menjadi tantangan ke depan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved