Breaking News:

Berita Merangin

11 Pangkalan Gas Nakal di Merangin Kena PHU, Diskoperindag Mengaku Tidak Tahu

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) II Sumatera Bagian Selatan terpaksa memutus kontrak 11 pangkalan LPG 3 kg di Kabupaten Merangi

tribunjambi/vira ramadhani
Satu pangkalan gas. di Merangin 6 pangkalan gas 3 kg sudah diberi sanksi surat peringatan kedua 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Akibat ulahnya yang nakal, 11 pangkalan gas LPG di Kabupaten Merangin mendapatkan sanksi tegas dari Pertamina.

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) II Sumatera Bagian Selatan terpaksa memutus kontrak 11 pangkalan LPG 3 kg di Kabupaten Merangin, Jambi, lantaran melanggar sejumlah ketentuan dalam hubungan usaha.

Mereka dengan sengaja menjual harga diatas harga HET. Selain itu ada juga yang menjual gas subsidi tersebut kepada pengecer sehingga harga gas melambung tinggi mencapai Rp 50 ribu, padahal HET nya hanya Rp 18 ribu per tabung.

Baca juga: Download Lagu Cukup Dikenang Saja Dari The Junas feat Yasmin, Lengkap dengan Lirik dan Video Klip

Baca juga: 16 Tenaga Kesehatan di Batanghari Positif Covid-19, Lima Puskesmas Distrelisasi

Baca juga: Deteksi Pengguna Narkoba, Personil Damkar Kota Jambi Dites Urine

11 pangkalan tersebut berasal dari Desa Rejo Sari, Desa Durian Rambun, Desa Palipan, Desa Kungkai, Desa Nibung, Desa Sungai Tabir, Desa Bangko, Desa Lubuk Bumbun, Desa Rantau Bayur, Desa Sungai Putih, dan Desa Kampung Limo.

Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR II, Umar Ibnu Hasan dalam rilisnya di Palembang belum lama ini mengatakan pemutusan hubungan usaha (PHU) disebabkan juga pangkalan tersebut tidak aktif.

“Dari hasil pemeriksaan kami di lapangan ada 11 pangkalan yang harus ditindak tegas,” ujar Umar.

Ia mengatakan atas kejadian ini Pertamina akan terus melakukan pemantauan jalur distribusi serta memperketat pengawasan terhadap pangkalan.

"PHU ini juga dalam rangka penertiban penyaluran serta sinkronisasi data sistem dan lapangan,” tambah Umar.

Meski telah memutus 11 pangkalan di Merangin, namun dinas Koperindag Kabupaten Merangin belum mendapatkan informasi terkait hal itu, padahal PHU 11 pangkalan tersebut sudah dilakukan lebih dari 1 Minggu.

Kadis Koperindag Kabupaten Merangin M Ladani melalui Sekdinnya Amir Tamsil menyebut jika hingga saat ini pihaknya belum mengetahui informasi tersebut, sebab belum ada surat dari Pertamina mengenai hal itu.

"Sampai saat ini kami belum terima surat resminya," kata Amir Tamsil.

Menurut dia, sebelumnya memang ada Agen dari PT Putra Siarang mengirimkan surat kepada Pertamina untuk permohonan PHU 11 pangkalan, namun demikian dirinya belum mengetahui apa hasilnya.

"Disetujui apa tidak oleh pertamina kami belum tahu," singkat Amir.

Penulis: Muzakkir
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved