Ubah Stigma Negatif Terhadap Penderita HIV AIDS, Membantu Penderita untuk Bertahan Hidup Lebih Lama

Hal ini disampaikan oleh Nur Indrayeti, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Jambi. Pada acara penyuluhan HIV Aids di Pusk

Tribunjambi/Monang
Nur Indrayeti, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kasus HIV AIDS di Jambi menjadi perhatian khusus oleh pemerintah. Terlebih masih banyak masyarakat yang malu dan takut untuk berobat, karena menganggap itu aib.

Hal ini disampaikan oleh Nur Indrayeti, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Jambi. Pada acara penyuluhan HIV AIDS di Puskesmas Simpang Kawat, Kota Jambi.

"Kami mohon kepada masyarakat Jambi, khusus Kota Jambi. Jangan mendiskriminasi saudara-saudara kita yang menderita HIV AIDS. Harusnya kita menolong mereka untuk keluar dari penyakit ini," ungkap Nur, Selasa (1/12/2020).

Baca juga: VIDEO Ngobrol Asik Bersama Gayatri Chandra, Kontestan Indonesian Idol

Baca juga: Peringatan Hari Aids Sedunia, Dinkes Gelar Penyuluhan dan Cek VCT Gratis di Puskesmas Simpang Kawat

Baca juga: Biar Lebih Aman Dalam Transaksi Keuangan Online, Ini Tips Transaksi Ala OJK

Sampai saat ini ia mengakui masih menemui diskrimnasi tersebut. Ia pun menjelaskan bahwa penularan itu bukan melalui sentuhan fisik.

"Sebaiknya kita jangan menjauhi orangnya melainkan jauhi virusnya," tegas Nur.

"Sebaiknya kita mendorong mereka untuk lebih semangat lagi menjalani pengobatan. Beri aura psotif untuk mereka. Agar mereka semakin cepat sembuh," tambahnya.

Memang obat HIV AIDS belum ditemukan. Namun Nur mengatakan dengan adanya obat ARV (antiretrovirus) yang tentu diberikan atas arahan dokter, dapat membuat harapan hidup penderitanya akan menjadi lebih lama.

"Terlebih dengan bantuan aura positif kita kepada mereka, itu akan membantu memperbaiki kondisi psikologi penderita sehingga tidak stres dan akan membuat penderita menjadi lebih semangat menjalani hidup," katanya.

Mari kita ubah stigma yang melekat dan perlakuan diskriminatif selama ini di masyarakat.

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved