Breaking News:

Berita Jambi

Seribu Hektare Lahan Pertanian di Provinsi Jambi Terendam, Petani Bisa dapat Ganti Rugi Bibit

Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Provinsi Jambi sudah berdampak terhadap lahan pertanian milik warga.

Tribunjambi/Rifani
Kondisi sawah di Sarolangun pasca terendam banjir. Seribu hektare lahan pertanian di Provinsi Jambi Terendam, petani bisa dapat ganti rugi bibit 

Seribu Hektare Lahan Pertanian di Provinsi Jambi Terendam, Petani Bisa dapat Ganti Rugi Bibit

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Provinsi Jambi sudah berdampak terhadap lahan pertanian milik warga.

Dari data Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Provinsi Jambi, per 30 November, diketahui seribu hektare lebih tanaman pangan yang sudah terendam banjir.

Tanaman pangan tersebut berada di Kota Sungai Penuh, Kabupaten Merangin, Tanjab Barat, Batanghari, Sarolangun dan Kabupaten Bungo.

Baca juga: Perbaikan Jembatan Aurduri Dilakukan Siang Hari, Hanya 3 Kendaraan yang Boleh Lewat

Baca juga: Jumlah Hari Libur Nasional Desember 2020 dan Ada Cuti Bersama, Jokowi Juga Tambah Libur

Baca juga: Pilgub Jambi Sudah Dekat, Jangan Terlena Iming-iming Nanti Menyesal, Pilih Cagub Sesuai Hati Nurani

Komoditas terbanyak yang terkena banjir adalah tanaman padi seluas 1.025 hektare, tetapi yang puso baru 8,5 hektare.

Untuk jagung terkena 26,5 hektare, tetapi yg puso hanya 0,5 hektare. Kacang tanah terkena 9 hektare, puso 0,5 hektare.

Ubi kayu terkena 0,8 hektare puso 0,5 hektare, dan bawang merah terkena 1 hektare tetapi belum ada puso atau gagal panen.

Tanaman padi yang terendam banjir terbanyak di Kabupaten Merangin, mencapai 797 hektare.

Ilustrasi banjir sejumlah desa di Kecamatan Limun, Sarolangun.
Ilustrasi banjir sejumlah desa di Kecamatan Limun, Sarolangun. (ist)

Namun hingga kini di Merangin belum ada tanaman padi yang dinyatakan gagal panen, sebagian besar tanaman kini masih terendam, namun sudah ada yang mulai surut dan masih bisa dipanen.

Tanaman padi yang dinyatakan puso baru ada di Kota Sungai Penuh kurang lebih sebanyak 8,50 hektare.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Provinsi Jambi, Akhmad Maushul mengatakan, tanaman petani yang mengalami gagal panen bisa diberi bantuan berupa bibit maupun ganti rugi jika diasuransikan.

"Bantuan tergantung permohonan petani yang terdampak, bisa diajukan ke pusat," kata Maushul Senin, (30/11/2020).

Baca juga: Hajar Mantan Kekasih, Pria Ini Tewas Dibunuh Ibu dan Kakak Korban, Keduanya Dibebaskan Polisi 

Baca juga: Pengeluaran Jaksa Pinangki Sebulan Bisa Rp 80 Juta, Pungki Sebut Dalam Brankas Isinya Uang Semua

Baca juga: Komjen Boy Rafli Amar Menguat Jadi Calon Kapolri, Kuda Hitam, IPW: Komjen Listyo Diserang Telak

Sementara, untuk asuransi menurut Maushul sudah disubsidi pemerintah. Para petani tinggal mendaftar dan membayar Rp36 ribu per hektare.

Jika sudah diasuransikan, petani akan mendapat ganti rugi sebanyak Rp6 juta per hektare jika terjadi puso atau gagal panen.

Namun ungkap Maushul, hingga sekarang belum ada tanaman padi milik petani yang dilaporkan sudah didaftarkan asuransi. (kip)

Penulis: Zulkipli
Editor: Rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved