Breaking News:

Siapa Sebenarnya Rudy Badil di Warkop DKI, Awalnya Mahasiswa Universitas Indonesia Ngumpul

Banyak orang belum mengetahui sejarah awal Warkop DKI terbentuk lebih dari 45 tahun lalu. Kala itu para personel masih mahasiswa dan kuliah di Unive

bimosuper.blogspot.co.id
Personel Awal Warkop DKI - Nanu Mulyono (Nanu), Rudy Badil (Rudi), Wahjoe Sardono (Dono), Kasino Hadiwibowo (Kasino) dan Indrodjojo Kusumonegoro (Indro). 

TRIBUNJAMBI.COM - Siapa sebenarnya Rudy Badyl di Warkop DKI? Mengapa disebut-sebut sebagai pendiri.

Perjalanan panjang Warkop DKI sebelum menjadi sukses dimulai sejak 1970-an.

Banyak orang belum mengetahui sejarah awal Warkop DKI terbentuk lebih dari 45 tahun lalu..

Kala itu para personel masih mahasiswa dan kuliah di Universitas Indonesia

Grup lawak yang beranggotakan Dono, Kasino dan Indro itu telah ada sejak 1970-an.

Awalnya, anggota Warkop DKI bukan mereka bertiga dan namanya belum Warkop DKI.

Baca juga: Jenita Janet Blak-blakan Cerita Soal Urusan Ranjangnya : Aku Termasuk yang Aktif, Ekspresif Banget

Ada perjalanan panjang bertahun-tahun hingga akhirnya ada perubahan nama menjadi Warkop DKI.

Berikut ini sejarah terbentuknya Warkop DKI, hingga kehilangan anggotanya.

Sebelumnya, Warkop DKI bernama Warkop Prambors.

Grup ini juga kemudian dikenal sebagai Trio DKI yang merupakan grup lawak.

Awalnya, grup ini dibentuk Nanu ( Nanu Mulyono ), Rudy ( Rudy Badil ), Dono ( Wahjoe Sardono ), Kasino ( Kasino Hadiwibowo ) dan Indro ( Indrodjojo Kusumonegoro ).

Nanu, Rudy, Dono dan Kasino merupakan mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Jakarta. Sedangkan Indro kuliah di Universitas Pancasila, Jakarta.

Di situs wikipedia dituliskan, mereka pertama kali meraih kesuksesan lewat acara Obrolan Santai di Warung Kopi yang merupakan garapan dari Temmy Lesanpura, Kepala Bagian Programming Radio Prambors

Acara lawakan itu setiap Jumat malam antara pukul 20.30-21.15, disiarkan radio Prambors yang bermarkas di kawasan Mendut, Prambanan, Borobudur, alias Menteng Pinggir.

Dalam acara itu, Rudy Badil dalam obrolan sering berperan sebagai Mr James dan Bang Cholil.

Indro yang berasal dari Purbalingga berperan sebagai Mastowi (Tegal), Paijo (Purbalingga), Ubai atau Ansori.

Baca juga: Akhirnya Pasukan Khusus TNI Ikut Bantu Satgas Tinombala Buru Kelompok Teroris Pimpinan Ali Kalora

Kasino yang asli Gombong perannya bermacam-macam: Mas Bei (Jawa), Acing/Acong (Tionghoa), Sanwani (Betawi) dan Buyung (Minang).

Nanu yang asli Madiun sering berperan sebagai Poltak (Batak).

Dono sendiri hanya berperan sebagai Slamet (Jawa).

Berdirinya Warkop DKI

Ide awal obrolan Warkop Prambors berawal dari senior di radio Prambors, Temmy Lesanpura.

Saat itu, Radio Prambors meminta Hariman Siregar, mahasiswa senior Universitas Indonesia untuk mengisi acara di Prambors.

Hariman pun menunjuk Kasino dan Nanu, sang pelawak di kalangan kampus UI untuk mengisi acara ini.

Ide ini pun segera didukung oleh Kasino, Nanu, dan Rudy Badil, lalu disusul oleh Dono dan Indro.

Warkop DKI
Warkop DKI ()

Rudy yang semula ikut Warkop saat masih siaran radio, tak berani ikut Warkop dalam melakukan lawakan panggung, karena demam panggung (stage fright).

Dono pun awalnya saat manggung beberapa menit pertama mojok dulu, karena masih malu dan takut.

Setelah beberapa menit, barulah Dono mulai ikut berpartisipasi dan mulai kerasan, hingga akhirnya terus menggila hingga akhir durasi lawakan.

Indro merupakan anggota termuda, saat anggota Warkop yang lain sudah menduduki bangku kuliah, Indro masih pelajar SMA.

Baca juga: Misteri Cinta Terpendam Anita Mui ke Andy Lau Tak Terbalas Hingga Meninggal, Bikin Haru

Warkop pertama kali muncul di pesta perpisahan (sekarang prom nite) SMA IX Jakarta yang diadakan di Hotel Indonesia.

Semua personel gemetar, alias demam panggung, dan hasilnya hanya bisa dibilang lumayan saja, tidak terlalu sukses. 

07052018_indro warkop dki
07052018_indro warkop dki ()

Honor awal

Namun peristiwa pada ahun 1976 itulah pertama kali Warkop menerima honor yang berupa uang transport sebesar Rp 20.000. Uang itu dirasakan para personel Warkop besar sekali. Namun, akhirnya habis untuk mentraktir makan teman-teman mereka.

Komat-kamit panas-dingin

Berikutnya, mereka manggung di Tropicana. Sebelum naik panggung, kembali seluruh personel komat-kamit dan panas dingin, tetapi ternyata hasilnya kembali lumayan.

Baru pada acara Terminal Musikal (asuhan Mus Mualim), grup Warkop Prambors baru benar-benar lahir sebagai bintang baru dalam dunia lawak Indonesia.

Acara Terminal Musikal sendiri tak hanya melahirkan Warkop tetapi juga membantu memperkenalkan grup PSP, yang bertetangga dengan Warkop.

Sejak itulah honor mereka mulai meroket, sekitar Rp 1.000.000 per pertunjukan atau dibagi empat orang, setiap personel mendapat Rp 250.000.

Mereka juga jadi dikenal lewat nama Dono-Kasino-Indro atau DKI (yang merupakan plesetan dari singkatan Daerah Khusus Ibukota).

Pengambilan nama DKI karena nama mereka sebelumnya Warkop Prambors memiliki konsekuensi tersendiri.

Selama mereka memakai nama Warkop Prambors, maka mereka harus mengirim royalti kepada Radio Prambors sebagai pemilik nama Prambors.

Baca juga: Penampakan Jet Li Kini, Pernah Diisukan Sekarat Karena Penyakit Berbahaya, Begini Kondisi Terbarunya

Maka itu kemudian mereka mengganti nama menjadi Warkop DKI, untuk menghentikan praktik upeti itu.

Itu sekelumit sejarah dari Warkop DKI, Dono, Kasino dan Indro, grup komedian legendaris.

Bila kangen lawakan original Warkop DKI, itu masih bisa disaksikan di Youtube. ( tribunjambi.com )

 
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved