Breaking News:

Berita Kerinci

Perselisihan 2 Kelompok Masyarakat di Kerinci Diselesaikan Hukum Adat, Korban Disantuni Rp 125 Juta

Kapolda Jambi, Irjen Pol. A Rachmad Wibowo, hadiri langsung proses mediasi dua kelompok masyarakat Desa Muak dan Desa Semerap

tribunjambi/herupitra
Proses penandatangan nota kesepakatan damai antar dua kelompok desa berlangsung di di Rumah Dinas Wabup Kerinci, dihadiri langsung oleh Kabinda Jambi, Brigjen Pol. Irawan David Syah, Kasi Log Korem 042/Gapu, Kolonel Inf Budi S, dan Wakil Bupati Kerinci  H. Ami Taher, Senin (30/11/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kapolda Jambi, Irjen Pol. A Rachmad Wibowo, hadiri langsung proses mediasi dua kelompok masyarakat Desa Muak dan Desa Semerap yang terlibat bentrok beberapa waktu lalu.

Proses penandatangan nota kesepakatan damai antar dua kelompok desa tersebut berlangsung di di Rumah Dinas Wabup Kerinci, dihadiri langsung oleh Kabinda Jambi, Brigjen Pol. Irawan David Syah, Kasi Log Korem 042/Gapu, Kolonel Inf Budi S, dan Wakil Bupati Kerinci  H. Ami Taher, Senin (30/11/2020).

Permasalahan dua kelompok desa tersebut akhirnya dapat diselesaikan secara hukum adat, usai Kapolda Jambi, Irjen Pol A Rachmad Wibowo mengunjungi langsung tokoh-tokoh masyarakat, sejak tiba di Kabupaten Kerinci, Sabtu (28/11/2020).

Berdasarkan hukum adat, dan berdasarkan kesepakatan kedua kelompok masyarakat yang bentrok, pihak Pemerintah Kabupaten Kerinci menyerahkan setelah melaksanakan dua kali pertemuan, dengan uang tunai senilai Rp 125 juta.

"Saya ucapkan terimakasih kepada para Depati, baik dari Desa Semerap dan Desa Muak sudah mau memilih jalan damai, semoga ke depan tidak ada konflik lagi," kata Rachmad, Senin (30/11/2020).

Baca juga: Ketua DPRD Batanghari Lantik PAW, Masa Jabatan 2019-2024

Baca juga: Pria Berbadan Kekar di Video Syur Mirip Gisel, Benarkah Joshua March Lawan Tanding di Kasur

Baca juga: Pekerjaan Jembatan Batanghari I Mulai Besok, Tak Jadi Buka Tutup, Hanya Pembatasan Kendaraan

"Saya sangat senang, ternyata orang-orang di Kerinci ini sangat ramah, dalam kunjungan pertama saya, sangat berkesan menurut saya," tambahnya.

Dia juga meminta, agar kedepan masyarakat lebih mendahulukan dialog untuk mencari solusi, dalam menyelesaikan konflik.

Sementara itu, Wakil Bupati Kerinci H. Ami Taher, mengatakan, perselisihan kedua kelompok dipastikan selesai, setelah kedua sepakat menerima keputusan Lembaga Adat Ulayat Depati Rencong Telang atas putusan nomor 47/DPT-NANB 6/LADRT-UKP/2020.

Bantuan yang diterima oleh Depati Adat Rencong Telang akan diserahkan lansung kepada Pemangku Adat 5 Desa Semerap pada Hari Selasa tanggal 01 Desember 2020 sekira pukul 10.00 Wib bertempat di sekretariat Kedepatian 5 Desa Semerap Kecamatan Danau Kerinci Barat.

Adapun ringkasan dari perjanjian tersebut dikatakan bahwa anak jantan, atau korban yang meninggal dunia dalam kejadian tersebut, atas nama Awara diberikan santunan sebesar Rp 40 juta.

Kemudian, Anak jantan yang dimaksud adalah korban luka berat yang telah melakukan pengobatan melalui operasi, Bakhtiar diberikan santunan sebesar Rp 20 juta, anak jantan yang dimaksud korban luka ringan, Halidin diberikan santunan sebesar Rp 10 juta.

Sementara itu, Untuk perbuatan jatuh dinegeri orang oleh masyarakat Adat 5 Desa Semerap diberikan santunan sebesar Rp. 25 juta dan akan dihanguskan pada acara duduk silahturahmi dari kedua belah pihak bertempat di sekretariat Rencong Telang Kecamatan Pulau Sangkar.

"Ini proses mediasi dihadiri langsung ileh bapak Kapolda Jambi, harapannya masyarakat di Kerinci damai ke depannya, tidak ada lagi konflik," tutup Ami Taher.  (tribunjambi/aryo tondang)

Penulis: Aryo Tondang
Editor: Nani Rachmaini
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved