Kamis, 11 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Musibah Banjir

Pengendara Terpaksa Putar Arah, Jalan Pramuka Muara Bulian Terendam Banjir

Dua ruas jalan di Kelurahan Muara Bulian, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari hampir tak bisa dilewati akibat banjir,

Tayang:
Penulis: A Musawira | Editor: Fifi Suryani
(Tribunjambi/A Musawira)
Seorang pengendara sepeda motor memilih putar arah saat hendak melewati Jalan Pramuka Nomor 33 Muara Bulian-Jambi, Senin (30/11). Banjir berasal dari meluapnya aliran anak sungai dan Danau Letang. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Dua ruas jalan di Kelurahan Muara Bulian, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari hampir tak bisa dilewati akibat banjir, Senin (30/11).

Pantauan Tribun ruas jalan yang terdampak banjir di antaranya arah menuju arena MTQ, Pasar Baru dan Kompleks SMA.

Ruas jalan tersebut merupakan Jalan Pramuka Nomor 33 Muara Bulian-Jambi. Ada dua titik ruas jalan yang terendam banjir, masing-masing terendam sepanjang 50 meter.

Sementara itu tinggi air yang merendam jalan sekitar 30-50 sentimeter.

Bagi pengendara roda dua terlihat banyak yang memutar arah ke belakang untuk mencari jalan alternatif lain.

Sedangkan pengendara mobil masih bisa menggunakan jalan tersebut.

Pengamatan di lokasi banjir tersebut berasal dari luapan aliran anak sungai dan Danau Letang .

Seorang pengendara roda dua yang hendak memutar arah, bernama Rudimengatakan jalan itu hari sebelumnya masih bisa dilewati. Namun hingga tadi pagi tingginya luapan air danau dan anak sungai akibat curah hujan menjadi tak bisa dilewati lagi.

“Untuk jalan alternatifnya mutar lagi ke belakang, jika ingin ke pasar baru,” sebutnya.

Penjernihan PDAM Terdampak

TINGGINYA luapan air Sungai Batanghari juga berdampak terhadap pengelolaan penjernihan air PDAM Tirta Muarojambi.

Kepala Bidang Teknis PDAM Tirta Muarojambi Nazariah mengatakan pengelolaan untuk penjernihan air tersebut sedikit terkendala dengan luapan banjir tersebut.

"Karena air bahan bakunya tingkat kekeruhan cukup tinggi, sehingga memerlukan bahan kimia untuk menjernihkan juga banyak," kata Nazaria, Senin (30/11).

Ia juga mengatakan untuk pengelolaan penjernihan air di bak penampungan sama seperti biasanya, artinya tidak memerlukan perlakuan khusus.

"Yang jelas proses penjernihan tetap sama, hanya saja memerlukan tawas yang agak banyak sehingga air yang baru disedot dari sungai, dengan cepat bisa untuk dijernihkan," jelasnya.

Ia juga berharap kondisi luapan air sungai Batanghari tidak akan bertambah lagi, sehingga dalam pengelolaan air PDAM tidak ada kendala.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved