Breaking News:

Kronologi 4 Jemaat Gereja Korban Keganasan Teroris di Sigi Sulteng, Kelompok Ali Kalora Mulai Diburu

Setelah diperlihatkan DPO teroris MIT, Awi mengatakan para saksi yakin identitas tiga orang OTK tersebut adalah teroris kelompok Ali Ahmad alias Ali

Editor: Tommy Kurniawan
Ist
4 Jemaat Gereja Korban Keganasan Teroris di Sigi Sulteng Dimakamkan Satu Liang, Pernyataan Sikap PGI. Prosesi pemakaman empat jemaat korban keganasan teroris Poso di Dusun Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Palolo, Sigi, Sulteng, Sabtu (28/11/2020) 

TRIBUNJAMBI.COM - Aksi brutal dilakukan teroris di Sigi Sulteng memakan 4 korban. Sikap PGI jadi sorotan.

Diketahui empat jemaat Gereja Bala Keselamatan di Dusun Lewuno, Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulteng, korban keganasan kelompok teroris Poso pimpinan Ali Kalora dimakamkan, Sabtu (28/11/2020).

Sebelumnya, peti jenazah itu dicat putih dan dimakamkan dalam satu liang.

Diketahui, keempat korban merupakan satu rumpun keluarga yakni, Arnianto, Ny Mpapa, Abram Kako, dan istrinya.

Kondisi korban juga sangat mengenaskan.

Ada yang dipenggal, ada yang hangus terbakar. 

Baca juga: SBY Beri Pesan Penting untuk yang Bermain Politik Identitas: Jangan Bermain Api, Berbahaya!

Baca juga: Siapa Sosok Bakat Setiawan, Perekam Video Kawah Merapi Berstatus Level 3 Bukan Orang Sembarangan!

Baca juga: Zodiak Hari Ini Minggu 29 November 2020, Ramalan Bintang: Aries Tetap Semangat, Cancer lagi Rindu!

Baca juga: 7 Pejabat Penting Dicopot Gegara Kerumunan Massa di Acara Habib Rizieq, Begini Nasib Mereka Sekarang

Selain melakukan pembantaian, penyerangan juga membakar satu gereja ibadah dan enam rumah warga.

Ibadah pemakaman dipimpin oleh Komandan Divisi Bala Keselamatan (BK) dari Palu, ibu kota Sulteng.

Selain pihak keluarga korban, pemakaman itu juga dihadiri masyarakat yang ada di Desa Lembantongoa dan sejumlah aparat keamanan.

tribunnews
Empat jemaat korban keganasan teroris Poso dimakamkan satu liang (facebook)

Pascapenyerangan tersebut, kebanyakan warga transmigrasi di wilayah tersebut mengungsi sementara, karena merasa takut akan keselamatan jiwa mereka.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved