Breaking News:

Fintech Lending Ilegal

126 Fintech Lending Ilegal dan 32 Investasi Tanpa Izin Ditutup Satgas Waspada Investasi

hingga September 2020, satgas kembali menemukan 126 fintech peer-to-peer lending ilegal, serta 32 entitas investasi dan 50 perusahaan gadai tanpa izin

Penulis: HR Hendro Sandi | Editor: Rahimin
istimewa
Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing  

126 Fintech Lending Ilegal dan 32 Investasi Tanpa Izin Ditutup Satgas Waspada Investasi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing mengatakan, hingga September 2020, satgas kembali menemukan 126 fintech peer-to-peer lending ilegal, serta 32 entitas investasi dan 50 perusahaan gadai tanpa izin.

"Kami masih menemukan penawaran fintech lending ilegal dan investasi tanpa izin yang sengaja memanfaatkan kesulitan keuangan sebagian masyarakat di masa pandemi ini," Tongam dalam siaran persnya, (25/11/2020).

Ketika Tribunjambi.com kembali menkonfirmasi melalui teleponnya, Minggu (29/11/2020) Tongam mengatakan, pinjaman dari fintech lending ilegal selalu mengenakan bunga yang tinggi, dan jangka waktu pinjaman pendek.

Baca juga: Lowongan Kerja Jambi 29 November 2020, Lengkap dengan Deskripsi Pekerjaan dan Informasi Gaji

Baca juga: Chord Gitar dan Lirik Lagu Laskar Pelangi - Nidji, Laskar Pelangi Takkan Terikat Waktu

Baca juga: Sandiaga Uno Jadi Meteri KKP, Disebut Tak Akan Korupsi, Pantas Saja Hartanya Segini Bajak Laut Kalah

Semua temuan ini, menurutnya, identitasnya sudah diserahkan kepada Menkominfo, untuk diblokir, dan juga kepada Bareskrim Polri untuk proses penegakan hukum.

Selanjutnya, satgas waspada investasi juga menghentikan 32 entitas yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin, dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat.

"Karena melakukan penipuan dengan menawarkan pemberian imbal hasil yang sangat tinggi dan tidak wajar," kata Tongam.

Dari 32 entitas tersebut, diantaranya melakukan kegiatan perdagangan berjangka/forex ilegal, penjualan langsung (direct selling) ilegal, investasi cryptocurrency ilegal dan lainnya.

"Satu diantaranya adalah aplikasi Alimama Indonesia, yang belakangan ramai diberitakan karena diduga melakukan penipuan dengan modus penghimpunan dana untuk mendapatkan bonus belanja," ungkapnya.

Baca juga: TINJU HARI INI Mike Tyson Vs Roy Jones Jr, Hasilnya Imbang dan Inilah Keputusan 3 Hakim

Baca juga: Ingin Dikaruniai Anak Perempuan, Nikita Mirzani Beri Tips Untuk Jenita Janet Soal Posisi

"Kami meminta kepada masyarakat tidak bertransaksi dengan usaha gadai swasta yang ilegal, dan penawaran pinjaman dana dari fintech peer-to-peer lending ilegal serta tawaran investasi dari entitas yang tidak memiliki izin sesuai usahanya," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved