Breaking News:

Smart Mom

Fitri Harianti, Ibu Muda Ini Ajarkan Anaknya Potty Training, Empat Hari Sudah Lepas Diapers

Anak sudah dapat dikatakan siap, ketika anak sudah mahir berjalan dan memiliki ketertarikan kepada tingkah maupun kebiasaan orang dewasa dan rata-rata

Fitri Harianti, Ibu Muda Ini Ajarkan Anaknya Potty Training, Empat Hari Sudah Lepas Diapers
ist
Fitri Harianti, Ibu Muda Ini Ajarkan Anaknya Potty Training

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Anak harus diajarkan kemandirian sejak dini, terutama mengajarkan anak potty training, memulainya dengan memilih waktu yang tepat ketika anak sudah siap melepas diapers.

Anak sudah dapat dikatakan siap, ketika anak sudah mahir berjalan dan memiliki ketertarikan kepada tingkah maupun kebiasaan orang dewasa dan rata-rata berusia 18 bulan.

Meskipun begitu, tidak semua anak di usia itu menunjukkan ketertarikannya kepada tingkah dan kebiasaan orang dewasa dan usia bukanlah patokannya.

Ketika orang tua merasa anak sudah siap, potty training bisa di lakukan dan peran orang tua sangat penting di masa ini, mengajarkan anak bebas dari diapers, sangat membutuhkan ketelitian dan kesabaran yang ekstra.

Baca juga: Soal Keterlibatan Mantan Rektor Dalam Kasus Auditorium UIN, Ini Kata Kejati Jambi

Baca juga: Jebakan Hutang China untuk Kuasai Dunia Dibongkar, Negara-negara ini Jadi Korbannya, Indonesia?

Baca juga: Bantuan Sosial Cair Awal Januari 2021 , Presiden Jokowi Minta Segera Salurkan ke Masyarakat

Fitri Harianti (26), Ibu muda satu ini mengajarkan anaknya potty training dengan menciptakan rutinitas yang dilakukannya secara konsisten, dan anak dapat melepas diapers dalam 4 hari.

Dalam menghadapi proses tersebut, Fitri membagikan pengalamannya dalam mengajari Aisyah Naura Arsila (2), potty training dan berhasil dalam 4 hari.

Anak bisa lepas diapers berbeda-beda usia, ada yang 18 bulan, 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun dan banyak juga yang baru lepas diapers di usia 5 tahun.

"Kapan anak lepas Diapers itu tergantung orang tuanya, untuk Aisyah sendiri umur 2 tahun sudah lepas diapers, karena semakin lama anak lepas diapers maka tantangan nya nya juga semakin sulit membiasakan anak," jelasnya.

Dalam masa ini orang tua harus lebih peka dan lebih memperhatikan gerak-gerik anak, mulai dari anak yang aktif tiba-tiba bengong, agar metode yang digunakan berhasil.

"Setiap 1 jam sekali di ajak ke kamar mandi untuk mengatasi biang air kecil nya, untuk buang air besar nya, anak kecil itu punya tanda-tandanya sendiri, seperti jika dia sudah mulai diam tiba-tiba, itu lagsung di ajak ke kamar mandi," tambahnya.

Dan untuk Aisah metode yang digunakan ini berhasil dalam 4 hari, Aisah mengerti buang air besar dan kecil pada tempatnya hari ke empat sejak ia menjalani potty training dan sudah bisa lepas diapers.

Meskipun sudah bisa lepas diapers, ia harus tetap di ingatkan dengan konsisten agar apa yang telah di ajarkan selama potty training tetap berjalan.

Bahkan saat berada diluar rumah, memperbolehkan anak buang air kecil di diapers merupakan kesalahan yang fatal, berpotensi gagal potty training yang telah dijalankan

"Kalo lagi pergi, Aisah tetap di pakein diapers buat jaga-jaga, biar pun pakai diapers kalo mendadak Aisah mau pipis tidak boleh pipis di diapers, harus ke toilet, karena jangan pernah sesekali nyuruh anak pipis di diapers sementara anaknya udah pipis di toilet, nanti yang ada potty training nya gagal," tutupnya.

Penulis: Ade Setyawati
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved