Breaking News:

Kasus Suap Ketok Palu

Sofyan Ali Akui Terima 200 Juta Jatah Uang Ketok Palu 2017 di Provinsi Jambi

Sofyan Ali, aggota DPR RI dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus dugaan tindak pidana korupsi suap pengesahan RAPBD Tahun 2017-2018.

tribunjambi
Sofyan Ali mengaku menerima suap Rp 200 juta, pada kasus suap uang ketok palu 2017. "Saya terima pak," katanya pada Selasa (10/12/2019) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sofyan Ali, aggota DPR RI dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus dugaan tindak pidana korupsi suap pengesahan RAPBD Tahun 2017-2018.

Ia bersaksi untuk tiga terdakwa Cornelis Buston, Chumaidi Zaidi dan AR Syahbandar pada persidangan Kamis (26/11/2020). 

Sofyan Ali dihadirkan bersama 17 saksi lainnya oleh Jaksa Penuntut Umum KPK. Dalam persidangan itu, Sofyan dicerca beragam pertanyaan mengenai suap ketok palu dan proses pembahasan sampai pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017 - 2018. 

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Erika Sari Emsah Ginting, Sofyan Ali menerangkan di tahun 2017, pada saat pembahasan RAPBD ia masih menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB. 

Pada saat itu ia tidak mendengar adanya pembahasan dan janji uang ketok palu. Namun dibulan Januari tahun 2017 ia ditelpon oleh Kusbindar. Anggota DPRD Priode 2014-2019 dari partai Nasdem.  

Baca juga: Empat Orang Diduga Terkait Prostitusi Online Ditangkap, Ada Artis FTV! Ini Penjelasan Polisi

Baca juga: Kronologi Remaja SAD Tenggelam di Sungai Batanghari, Setelah Penyakitnya Kambuh di Atas Sungai

Baca juga: Dua Warga Tanjabbar Hidup Memprihatinkan, Hidup Sebatang Kara dan Membutuhkan Bantuan

"Dia (Kusnindar) tanya dimana ketua, saya jawab di rumah. Katanya saya mau kerumah," kata Sofyan Ali menirukan percakapan telpon bersama Kusnindar kala itu. 

Kedatangan Kusnindar tidak dengan tangan kosong. Pria berperawakab tinggi itu rupanya membawa tas kecil. Belakangan setelah Kusnindar pulang baru diketaui tas tersebut berisi uang 100 juta. 

"Katanya Kusnindar ini titipan ucapan terimakasih. Saya berfikir bisa jadi dari pemerintah daerah ucapan terimakasih," ungkapnya menjawab pertanyaan JPU KPK. 

"Bulan April Kusnindar datang lagi kerumah mengantar 100 juta. Kata Kusnindar itu sisa yang kemarin. Ucapan terimakasih dari gubernur," sambung anggota Komisi V DPR RI ini. 

Namun uang yang ia terima itu diakui Sofyan Ali sudah dikembalikan ke KPK pada Februari 2018 lalu. 

Halaman
1234
Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved