Breaking News:

Kasus Suap Ketok Palu

Mantan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi Akui Terima Jatah Uang Ketok Palu 

Zainul Arfan secara jujur menerima uang ketok palu. Pernyataan ini disampaikannya saat bersaksi dalam persidangan

tribunjambi/jaka hendra baittri
Sofyan Ali mengaku menerima suap Rp 200 juta, pada kasus suap uang ketok palu 2017. "Saya terima pak," katanya pada Selasa (10/12/2019) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Zainul Arfan secara jujur menerima uang ketok palu. Pernyataan ini disampaikannya saat bersaksi dalam persidangan tindak pidana korupsi suap pengesahan ketok palu RAPBD tahun 2017 -2018 dengan terdakwa Cornelis Buston, Chumaidi Zaidi dan AR Syahbandar, Kamis (26/11/2020). 

Dalam persidangan itu, Zainul Arfan diminta oleh Jaksa Penuntut Umum KPK untuk menerangkan uang ketok palu dan proses pengesahan RAPBD tahun 2017 dan 2018. 

Saat itu Zainul Arfan menjabat sebagai ketua Fraksi PDI Perjuangan. Ia menerangkan ikut dalam proses pembahasan rancangan serta penyusunan UUPS. Zainul Arfan kala itu menjabat sebagai ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi. 

Namun katany selama proses tidak ada pembahasan mengenai uang ketok palu. Namun, di luar forum resmi sudah santer pembicaraan dikalangan anggota legislatif lainnya mengenai adanya uang ucapan terima kasih untuk pengesahan RAPBD tahun 2017 yang akan dibagikan setelah sidang paripurna. 

Politisi dari dapil Kabupaten Sarolangun-Merangin ini sendiri tanpa ragu-ragu mengakui telah menerima uang ketok palu saat itu. Nilanya sekitar 200 juta rupiah yang diserahkan oleh Kusnindar, anggota DPRD dari Partai Nasdem. 

Baca juga: Sofyan Ali Akui Terima 200 Juta Jatah Ketok Palu 2017 di Provinsi Jambi

Baca juga: 26 Tahanan Dipindah ke Muara Sabak

Baca juga: Bangun Whistleblowing System Terintegrasi di Bank Jambi, Orang Berpikir 1.000 Kali Berbuat Tak Baik

Uang ketok palu uang ia terima sebagai ketua komisi III diberikan dalam dua tahap. Pertama uang itu dijemput langsung ke rumah Kusnindar. 

"Dalam kantong kresek, ada 10 ikat isinya 100 juta, di rumah baru dibuka bundel ikatan banknya," katanya. 

Sisanya ia terima di bulan April 2017, ia ditelpon Kusnindar untuk datang kerumah Fahrurrazi sekitar jam 10 malam. Disana ia diberikan sisa janji ketok palu senilai 100 juta, "Dalam wadah tas warna hitam isinya 100 juta juga," kata Zainul Arfan

Ia juga mengaku menerima jatah komisi III dari Zainal Abidin. Mantan anggota legislatif dari partai Demokrat yang kini tengah menjalani masa pidana dalam kasus yang sama. 

"Dari Zainal Abidin 125 juta tiga tahap. Pertama 25 juta, ke dua 50 juta dan terakhir 50 juta," katanya. 

Halaman
1234
Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved